Cegah Covid-19 Menyebar, 7 Desa di Sumenep Lockdown, Warga Minta Segala Kebutuhan Dipenuhi

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, sebanyak tujuh desa di Sumenep lockdown. Terkait hal itu, warga mengajukan permintaan

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Sejumlah petugas memantau warga yang keluar masuk di pos jaga penerapan lockdown simpang tiga pintu masuk 7 desa/Kecamatan Saronggi, Sumenep pada Selasa (22/9/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Untuk mencegah penyebaran Covid-19, sebanyak tujuh desa di Sumenep lockdown.

Terkait hal itu, warga mengajukan permintaan.

Apa saja permintaan warga? Simak selengkapnya!

Tujuh desa di ujung timur Madura dinyatakan lockdown oleh pemerintah Kabupaten Sumenep sejak Senin 21 September - Minggu 4 Oktober 2020.

Tujuh desa tersebut yakni Desa Saroka, Kebun Dadap Barat, Kebun Dadap Timur, Tanah Merah, Langsar, Tanjung dan Pagar Batu, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

3 Jenis Masker yang Efektif Cegah Covid-19 dari Kemenkes, Achmad Yurianto: Scuba & Buff Bukan Masker

Hal itu dilakukan untuk menekan sebaran virus Corona ( Covid-19 ) yang mengancam warga Sumenep.

Namun di hari kedua lockdown tersebut, masyarakat mengeluh, sebab segala kebutuhannya tidak ditanggung oleh pemerintah.

Seorang warga, Fadel Abu Aufa saat dikonfirmasi bercerita dan memahami keputusan lockdown yang dilakukan oleh pemerintah.

Menurutnya, lockdown adalah penutupan akses dan terhentinya semua aktivitas masyarakat.

"Kalau lockdown berarti segala kebutuhan warga ditanggung pemerintah, tidak hanya manusia, pakan hewan pun begitu. Tapi, sampai sekarang tidak ada bantuan apapun dari pemerintah. Warga menunggu bantuan itu" paparnya, Selasa (22/9/2020).

Ia mengakui dan menerima terkait lockdown, namun dampak dan konsekuensinya tentu pemerintah wajib hadir di tengah masyarakat.

"Masyarakat desa tidak paham soal lockdown. Kehadiran pemerintah itu sangat dibutuhkan," lanjutnya.

Dikonfirmasi Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas mengatakan lockdown di Kecamatan Saronggi itu hasil rapat koordinasi bersama Tim Satgas Covid-19 dan Forkopimda.

Lockdown diterapkan karena kasus Covid-19 di wilayah Saronggi dinilai tinggi.

"Lockdown itu hanya membatasi aktivitas warga, kalau bantuan kepada semua warga tidak ada. Yang ada hanya suplemen multivitamin bagi mereka yang terpapar," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved