Breaking News:

Emil Dardak Masuk Bursa Calon Pemimpin Pramuka Jatim Gantikan Gus Ipul: Menuai Pro Kontra

Pro-kontra wacana Emil Elestianto Dardak masuk bursa Calon Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur. Begini kata Sahat Tua Simanjuntak dan Agus Syamsudin.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Sekretaris Kamabida Pramuka Jatim 2016-2020, Agus Syamsudin (pakaian Pramuka) dan Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak (kemeja putih).  

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Masuknya nama Emil Elestianto Dardak dalam bursa Calon Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur menuai pro-kontra.

Mengingat, Emil telah memangku dua jabatan strategis, yakni Wakil Gubernur Jawa Timur dan Plt Ketua Demokrat Jatim.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak mengingatkan organisasi kepramukaan tidak menjadi tempat kepentingan politik.

Berupaya Ciptakan Kiprah Positif di Tengah Pandemi Covid-19, lingkaran.co Fokus Kembangkan LMS

Semakin Banyak Pemain Positif Covid-19, Kapten Persela Ingatkan Rekan-rekannya Agar Jaga Kesehatan

Sehingga, Sahat meminta posisi Ketua Kwarda Jatim tidak lagi menjadi jabatan exofficio Wagub Jatim.

Pihaknya khawatir, hal ini akan menimbulkan gejolak politik di kemudian hari.

"Biasanya, seorang Wagub berpeluang maju di Pilgub Jatim. Karenanya, kalau dia sebagai Ketua Kwarda Pramuka, maka pramuka bisa terseret dalam arus politik,” kata Sahat ketika ditemui awak TribunJatim.com di Surabaya.

Ngidam Mahal Zaskia Sungkar, Datangi Penyanyi Terkenal, Istri Irwansyah: Kalau Manggil Ratusan Juta!

Libur Satu Minggu, Pemain Persela Diberikan PR Khusus: Wajib Setor Video Latihan ke Tim Pelatih

Sebaliknya, dia menyarankan supaya ketua Kwarda pramuka Jatim diberikan pada Kepala OPD di lingkungan Pemrov Jatim. Di antaranya, Kepala Dinas Pendidikan atau Dinas Pariwisata.

“Saya secara pribadi minta mulai sekarang Ketua Kwarda Pramuka dipegang oleh kepala OPD dan tidak lagi Wagub. Mengingat, pramuka sebagai organisasi independen dan tidak boleh dibawa ke ranah politik,” pungkas Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim ini.

Penjelasan Sahat pun ditanggapi Sekretaris Kamabida Pramuka Jatim 2016-2020, Agus Syamsudin. Agus mengatakan, pernyataan semacam itu akan menyinggung para kader pramuka di bawah.

"Saya kuatir melukai dan menyinggung perasaan kwarcab Pramuka yang selama ini secara organisasi sudah punya panduan AD/ART untuk memilih ketuanya," terang Agus di konfirmasi terpisah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved