Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pilkada Kota Pasuruan

Disambangi Gus Ipul, Perajin Logam Keluhkan Tidak Hadirnya Pemerintah Saat Kondisi Sulit

Cawali Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) disambati para perajin logam yang ada di wilayah Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Galih Lintartika)
BUTUH BANTUAN : Cawali Gus Ipul saat mengunjungi bengkel milik perajin logam. Kedatangannya ini untuk mengetahui masalah yang dihadapi di tengah lesunya pasar logam pasuruan. 

Gus Ipul menilai, memang sudah seharusnya pemerintah mendengarkan usulan masyarakat termasuk perajin logam ini.

"Dari masalah itu, nanti disusun bersama bagaimana cara menyelesaikan masalah itu. Kalau perlu pelaksanaan atau pemecahan masalahnya, menggandeng mereka lagi," urai dia.

Dari diskusi ini, kata Gus Ipul, perajin sudah tidak butuh kegiatan yang sifatnya hanya iseng dan formalitas. Mereka juga tidak mau hanya dijanjikan saja, butuh yang konkret.

"Nanti akan diciptakan pasar - pasar untuk para perajin logam ini. Saya kira, ada pasar , ada produksi , otomatis akan menciptakan lapangan pekerjaan dan itu akan membuat industri logam berkembang," sambungnya.

Gus Ipul memiliki keinginan mengembalikan masa - masa kejayaan industri logam di Kota Pasuruan. Ia miris mendengar banyak perajin logam yang gulung tikar karena tidak bisa bertahan.

"Dulu katanya ada 800 an lebih, sekarang yang tersisa hanya sekitar 150an. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi saya dan Mas Adi bagaimana mengembalikan industri logam tumbuh kembali," ujar dia.

Gus Ipul sangat mengapresiasi industri logam yang tumbuh di Kota Pasuruan ini. Industri ini menyuplai onderdil motor dan mobil yang wilayah cakupannya cukup besar di Jawa Timur.

Sekalipun, peralatan yang digunakan perajin ini peralatan modifikasi atau merancang sendiri, dan sebagian didatangkan dari luar negeri.

"Ini sebuah kebanggan dari potensi yang sangat luar biasa. Harus didukung dan harus disupport. Kebijakan yang sekiranya bertentangan dan menghambat kemajuan industri logam, dihapus saja," tutup Gus Ipul. (lih/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved