Breaking News:

Pilkada Kabupaten Malang

Durasi Kampanye Heri Cahyono dan Gunadi Handoko Menyusut, Malang Jejeg: Tak Masalah

Tim Malang Jejeg tidak mempermasalahkan berkurangnya durasi kampanye Heri Cahyono dan Gunadi Handoko di Pilkada Malang 2020.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tim Malang Jejeg saat melakukan konferensi pers di Bawaslu Kabupaten Malang, Selasa (8/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tim Malang Jejeg tidak mempermasalahkan berkurangnya durasi kampanye yang dialami pasangan Heri Cahyono dan Gunadi Handoko di Pilkada Malang 2020.

"Kami tidak terlalu mempermasalahkan itu. Kami juga tak menganggap itu sebagi masalah. Bagi kami, apa sih yang memungkinkan bisa dilakukan di masa pandemi seperti ini," beber Ketua Tim Kerja Malang Jejeg, Soetopo Dewangga ketika dikonfirmasi pada Rabu (13/10/2020).

Kata Soetopo Dewangga, Malang Jejeg punya fundamental dukungan yang kuat.

Fondasi tersebut telah dibangun sejak lama dari jauh-jauh hari.

"Paling memungkinkan ya blusukan. Itu sudah kami lakukan satu setengah tahun lalu ketika membangun fondasi. Lalu juga saat mencari dukungam KTP," beber pria yang akrab disapa Topo itu.

Baca juga: Menerka Modal yang Dibutuhkan Sam HC-Gunadi Handoko untuk Mengarungi Pilkada Malang 2020

Baca juga: Mantan Kader DPC PKB Kabupaten Malang Dukung Petahana, Sanusi: Murni, Bukan Ajakan Saya

Topo menyebut cara blusukan ala Malang Jejeg dengan sebutan sambang dulur.

"Selama kami belum memasuki masa kampanye dan mendaftar, blusukan kita lakukan dan pertemuan terbatas juga dilakukan, namanya sambang dulur," jelas Topo.

Sambang dulur tersebut dilakukan hanya mengena struktur internal Malang Jejeg saja.

"Kami tidak mendatangi pihak-pihak di luar struktur," ucapnya.

Baca juga: Calon Bupati Malang Lathifah Shohib Ingin Lanjutkan Tren Positif Pemimpin Perempuan di Jawa Timur

Baca juga: Ditetapkan sebagai Paslon, Sam HC-Gunadi Handoko Resmi Tantang SanDi dan Ladub di Pilkada Malang

Topo menerangkan, Malang Jejeg lebih memilih melakukan kampanye secara virtual. Cara tersebut dipilih karena situasi pandemi virus Corona ( Covid-19 ) yang juga belum berakhir.

"Telah kami bahas tentang kampanye virtual. Festival Jejeg akan digelar secara daring dalam waktu dekat," tutup Topo. 

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved