Breaking News:

Dinkes Catat Lebih 21 Ribu Warga Kota Malang Telah Jalani Swab Test Saat Pandemi Covid-19

Dinas Kesehatan Kota Malang telah mencatat ada sekitar 21 warga Kota Malang yang telah menjalani swab test.

SURYA/RIFKI EDGAR
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif saat ditemui TribunJatim.com, Rabu (22/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Kesehatan Kota Malang telah mencatat ada sekitar 21 warga Kota Malang yang telah menjalani swab test.

Catatan tersebut diperoleh dari laporan rumah sakit sejak kemunculan pandemi Covid-19 di Kota Malang di awal Maret 2020 lalu.

"Kalau sejauh ini, saya tidak hafal dan belum mendata secara keseluruhan. Kemungkinan ada sekitar 21 Ribu lebih," ucap juru bicara tim satgas Covid-19 dr Husnul Muarif belum lama ini.

Husnul mengatakan, bahwa pihaknya kini sedang fokus dalam meningkatkan jumlah kasus kesembuhan pasien positif Covid-19 di Kota Malang dan menekan angka kematian.

Dilansir dari data Covid-19 di Kota Malang per tanggal 17 Oktober 2020, tercatat bahwa ada penambahan 11 kasus kesembuhan pasien positif di Kota Malang dengan jumlah total 1.684 orang.

Sedangkan untuk jumlah kasus kematian ada satu orang dengan total 189 orang.

Baca juga: Empat Peragawati Tampilkan Kreasi Busana Muslimah di Masjid Al Khalid Kota Kediri

Baca juga: Terjawab Sebab Wendi Cagur Didepak dari OVJ, Bela Teman Mati-matian, Ribut dengan Produser? Cabut!

Baca juga: Wisuda ITS ke-122 Meriah dengan Arak-arakan Virtual, Nuansa Beda: Masuk Dunia Minecraft Kampus ITS

"Dari hari ke hari kesembuhan kita meningkat. Saat ini sudah ada pada prosentase sekitar 85 persen. Hampir sama dengan tingkat kesembuhan di provinsi Jawa Timur," ucapnya.

Husnul menambahkan, bahwa penambahan kasus pasien positif Covid-19 di Kota Malang semakin hari juga mengalami penurunan.

Hal tersebut dikarenakan telah dioptimalkannya rumah isolasi mandiri atau safe house yang terletak di Jalan Kawi Kota Malang.

"Itu sebagai upaya kita dalam mengurangi klaster keluarga. Belum lagi kita juga telah mengoptimalkan RSUD sebagai rumah sakit darurat Covid-19," ucapnya kepada TribunJatim.com.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji berharap, ke depan Kota Malang bisa masuk ke dalam zona hijau agar nantinya segala aktifitas bisa berjalan normal kembali.

Oleh karenanya, dia meminta kepada masyarakat Kota Malang agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker yang sesuai dan tata cara yang benar.

"Intinya protokol kesehatan itu yang harus dijalankan. Tapi kita beruntung, tingkat kedisiplinan masyarakat kita sudah 90 persen. Jadi masih ada 10 persen yang belum. Jadi operasi yustisi tetap kami jalankan sampai angka Covid-19 berhenti," tandasnya.(Rifky/Tribunjatim.com)

 

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved