Breaking News:

BPJS Kesehatan Tulungagung

Kepala Sekolah SDN 2 Semanding Harap JKN-KIS Terus Jalan: Ada Nilai Kemanusiaan dan Gotong Royong

Kepala Sekolah SDN 2 Semanding sebut JKN-KIS sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarga. Harap program terus dilanjutkan: ada nilai kemanusiaan.

Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Asrori, Kepala Sekolah SDN 2 Semanding, peserta Program JKN-KIS. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG – Manfaat mengikuti Program JKN-KIS sudah dirasakan banyak orang. 

Hal itu salah satunya dirasakan oleh Asrori (55) Kepala Sekolah SDN 2 Semanding.

Baginya, Program JKN-KIS sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya. Karena seluruh anggota keluarganya ter-cover JKN-KIS. 

“Nilai manfaatnya, yang pertama ada nilai kemanusiaan, nilai gotong royong. Walaupun anggota keluarga sehat sepanjang hayat kan bisa digunakan orang lain, itu sifatnya sosial,” kata Asrori, ditemui saat menjalani rawat inap di RSUI Orpeha Tulungagung

Dirinya mengaku sudah ter-cover sejak zaman PT Askes.

"Sekarang sudah era JKN, sangat bermanfaat bagi keluarga saya, karena semua anggota keluarga sudah masuk,” ujar Asrori.

Asrori mengaku, ia telah 5 kali menjalani rawat inap akibat penyakit sesak nafas dan batuk.

Selama menjalani perawatan, Asrori menggunakan JKN-KIS.

Namun Asrori memiliki harapan besar ketika dirinya sudah sehat, iuran yang terpotong setiap bulan dari gajinya akan diikhlaskan untuk peserta JKN-KIS yang membutuhkan, karena menurutnya disitulah nilai kemanusiaan dari program Pemerintah ini.

“Saya sudah 5 kali rawat inap disini karena sesak nafas dan batuk. Kalau saya sehat selamanya, saya tidak ingin uangnya (iuran, -red) kembali, harapan saya tetap sehat. Saya ikhlas, kan sifatnya kemanusiaan,” pungkasnya.

Warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung ini menginginkan Program JKN-KIS terus berjalan.

Walaupun ada pro kontra penyesuaian iuran, Asrori berharap program ini tetap dijalankan, demi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

“Saya menginginkan program ini dilanjutkan. Saat ini sedang ramai penyesuaian iuran. Walau begitu ya tetap dijalankan saja, demi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” kata Asrori.

Asrori juga berharap kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftar. Terkait kewajiban membayar iuran, Asrori berharap masyarakat bisa menyisihkan sedikit demi sedikit dari penghasilan untuk membayar iuran JKN-KIS.

“Bagi masyarakat yang sekiranya mampu untuk membayar iuran setiap bulan, segera saja daftar, semampunya, itu harapan saya kepada masyarakat yang belum terdaftar. Kalau ditanya kenapa harus daftar, ya karena rejeki itu kan lewatnya pada yang punya penghasilan tetap seperti PNS, ada pekerja harian, pekerja mingguan, itupun kalau pengasilannya cukup untuk kebutuhan keluarga, artinya kebutuhan pokok, ya bisa menyisihkan lah sedikit-sedikit selama 1 bulan atau seminggu atau 2 minggu, kalau memang kelasnya misal kelas 3, Rp 42.000,- per orang per bulan terjangkau, ya tidak apa-apa lah untuk jaminan kesehatan diri dan keluarga, sehingga tidak menyulitkan nantinya,” katanya.(Jamkesnews.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved