Libur Maulid Nabi, Gubernur Khofifah Wanti-wanti Waspada Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi
Libur panjang Maulid Nabi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa wanti-wanti waspada Covid-19 dan bencana Hidrometeorologi.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewanti-wanti warga Jawa Timur untuk mewaspadai risiko penularan virus Corona ( Covid-19 ) sepanjang libur panjang Maulid Nabi.
Sebab, penambahan kasus positif virus Corona usai libur panjang pernah terjadi pada libur lebaran dan juga libur panjang peringatan HUT RI pada Agusutus lalu.
Informasi yang dihimpun TribunJatim.com, banyaknya warga yang liburan dengan mudik ke kampung halaman menjadi salah satu faktor munculnya klaster liburan dan juga klaster keluarga.
Baca juga: Bawaslu Beber Pelanggaran Kampanye Pilkada Kediri: Keterlibatan Anak-anak hingga Kerumunan Massa
Baca juga: Operasi Zebra di Tengah Pandemi, Satlantas Polres Malang Sasar Wilayah Sekitar Obyek Wisata
Seperti diketahui, Pemerintah telah menetapkan cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober 2020 berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober 2020.
Diperkirakan, suasana libur cuti bersama tersebut berlanjut hingga 31 Oktober dan 1 November 2020 yang jatuh pada Sabtu dan Minggu. Dengan demikian, libur pada pekan depan sebanyak 5 hari.
Khofifah mengatakan, belajar dari pengalaman sebelumnya, libur panjang selalu berbuah lonjakan kasus, lantaran masih adanya perilaku warga yang mengabaikan protokol kesehatan saat bepergian ke tempat wisata memanfaatkan liburan.
Baca juga: Bulan Depan, Pemkot Madiun Uji Coba Pembelajaran Siswa SD dan SMP di Sekolah
Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Nasib Miris 2 Model Cantik hingga Oknum Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kg Ditangkap
“Berwisata silahkan, tetapi saat pandemi Covid-19 belum berhenti penyebarannya, maka sementara yang berwisata silahkan di tempat terbuka, yang lansia dan ada penyakit bawaan atau komorbid tolong sementara tetap di rumah saja,” kata Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Senin (26/10/2020).
Saat ini berkat kepatuhan masyarakat Provinsi Jatim dikatakan Khofifah sudah makin melandai kasus Covid-19. Jangan sampai usai liburan, angka positivity rate Jatim kembali melonjak.
“Tetap waspada dengan menerapkan ketat protokol kesehatan. Pandemi belum usai,” ungkapnya.
Khofifah mengungkapkan, Pemprov Jatim telah berkoordinasi dan meminta seluruh pengelola wisata, perhotelan dan restoran di Jatim untuk memperketat protokol kesehatan.
Libur panjang dan cuti bersama akhir Oktober ini, kata dia, sangat rentan atau potensi kesalahan protokol kesehatan.
Selain mewaspadai penularan Covid-19, Khofifah juga meminta masyarakat mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor menjelang puncak musim hujan, mulai November 2020 hingga Maret 2021.
Sedikitnya, terdapat 22 kabupaten/kota yang berstatus rawan bencana Hidrometeorologi.
Dari 22 daerah itu, daerah rawan banjir umumnya didominasi oleh luapan sungai di sekitarnya.
Seperti sungai Bengawan Solo yang luapannya bisa membanjiri wilayah Bojonegoro, Magetan, Madiun, Lamongan, Gresik, Ngawi, dan Tuban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/gubernur-jawa-timur-khofifah-indar-parawansa-membuka-konferensi-wilayah-amsi-jatim.jpg)