Fotografer di Banyuwangi ini Banting Stir Untuk Penuhi Dapurnya

Pandemi Virus Corona atau Covid-19 kini bukan menjadi alasan untuk tidak produktif. Meskipun virus ini berhasil meluluh lantakkan pundi ekonomi.

Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Haorrahman
Fotografer Banyuwangi banting stir saat pandemi 

Awalnya hanya teman-teman Zulfan yang membuka usaha kuliner dia tawarkan program tersebut. Program itu lalu dia umumkan di media sosial. Ternyata banyak pelaku UMKM yang antusias dengan program tersebut.

Hanya dalam satu minggu, telah 150 pelaku UMKM yang mengirimkan contoh produknya. Dengan demikian terdapat 300 produk, seperti kopi, rujak manis, camilan, bakso, siomay, dan lainnya yang harus difoto. Bahkan Zulfan sempat menghentikan sementara, karena banyaknya produk yang masuk.

Rekan Zulfan, Ady mengatakan dari produk yang masuk mayoritas berasal dari mereka yang baru memulai usaha.

“Mungkin karena pendapatan selama pandemi menurun atau karena banyak yang dirumahkan, sehingga banyak masyarakat yang membuka usaha online,” kata Ady.

Dalam memfoto, Ady bersikap profesional selayaknya dia mendapat job foto produk. Dia dan Zulfan tidak mau asal memfoto meskipun itu gratis. Bahkan keduanya sering keluar biaya untuk membeli properti agar foto menjadi lebih menarik dan membuat orang ingin membeli produk tersebut.

“Kami tidak asal memotret meskipun gratis. Kami sangat memperhatikan komposisi pencahayaan, warna, dan tampilan produk, agar orang tertarik untuk membeli produk itu. Seperti foto produk kuliner, harus jeli untuk mengambil angle dan komposisi yang membuat orang ingin memakan makanan itu,” jelas Ady.

Selama tiga bulan, sejak program UMKM Bangkit dibuka, telah terdapat 400 pelaku UMKM atau 800 produk yang mendapat jasa pemotretan gratis dari dua anak muda Banyuwangi ini. “Hitung-hitung ibadah, daripada kami nganggur di rumah. Iseng-iseng juga promo studio foto kami,” tambah Ady.

Di masa pandemi UMKM memang sangat terdampak. Selama masa pandemi Pemkab Banyuwangi berupaya melakukan akselerasi agar minimal UMKM bisa bertahan.

Pemkab Banyuwangi memaksimalkan Rumah Kreatif dengan memberikan servis lengkap untuk menunjang dan mengakselerasi bisnis UMKM selama dihajar pandemi Covid-19.

Rumah Kreatif yang berada di bawah binaan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan itu, memfasilitasi dan mendampingi UMKM untuk meningkatkan kualitas desain kemasan, foto produk, dan pemasaran digital secara gratis.

Di Rumah Kreatif ini terdapat anak-anak muda yang menjadi tim desain, fotografi, dan pemasaran digital, yang mendampingi UMKM.

Lokasi Rumah Kreatif dibedakan dengan kantor dinas dan pemerintahan, agar memiliki kesan informal, sehingga membuat nyaman pelaku UMKM. Rumah Kreatif didesain terbuka, yang tidak banyak meja dan kursi namun lebih banyak display produk UMKM.

Berbagai produk milik UMKM dipermak mulai fashion, sepatu, hijab, fesyen pria, tas, kerajinan tangan, peralatan rumah tangga, camilan olahan pangan, minuman tradisional, hingga homestay-homestay milik rakyat.

“Seperti UMKM Sari Rempah. Dulu hanya menampilkan tanaman temulawak secara polos di kemasannya. Font hurufnya juga sembarangan. Kami desain menjadi lebih modern dan menarik. Alhamdulilah bisa meningkatkan omset,” ujar Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie.

Kreatif Memilih Pasar

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved