Breaking News:

Mahasiswa Pendidikan Matematika Unisma Bikin DDC, Kartu Deteksi Dini Kesulitan Berhitung

Dua tim mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Malang (Unisma) lolos pendanaan di Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa 2020.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dua tim mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Malang (Unisma) lolos pendanaan di Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM) 2020 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud.

Salah satunya mengangkat tentang DDC (Dyscalculia Detection Card) sebagai alat deteksi dini adanya gangguan berhitung (Dyscalculia) pada anak-anak.

Tim DDC adalah Okta Pita Dian Sari, Eka Faradina, Hermawati, Diah Lopika Anggrayani, Nova Widia Ningsih dan Lutfa Arini Isnaini Putri. "Sasaran DDC adalah siswa usia 5-10 tahun," jelas Okta pada suryamalang.com (grup TribunJatim.com), Minggu (1/11/2020). Dalam satu kotak ada 50 kartu. Setiap seri berisi 10 kartu.

Dalam kartu itu, setiap seri, topik yang diangkat berbeda.

Misalkan memahami arah kiri-kanan, membedakan besar kecil, sama dengan, lebih dari, penjumlahan dan perkalihan.

Baca juga: Misteri Mayat Remaja di Bukit Jamur Gresik: Penyebab dan Identitas Belum Pasti, Tunggu Otopsi

Baca juga: BREAKING NEWS - Gubernur Khofifah Naikkan UMP Jatim Tahun 2021 Sebesar 5,65 Persen

"Untuk pemakaian seri kartunya ya kondisional. Misalkan untuk anak TK ya tidak kami berikan perkalihan," kata mahasiswa semester 7 Prodi Pendidikan Matematika ini. Dalam kardus kartu juga ada tata cara pemakaiannya.

Ide awal membuat DDC adanya mata kuliah Pengembangan Peserta Didik terkait psikologi anak. Dan timnya tertarik pada kajian adanya gangguan berhitung pada anak sehingga kegiatan belajarnya terganggu. Maka perlu dilakukan rangsangan lain agar bisa mengatasi itu. Untuk anak-anak yang mengalami ini, pendidik juga tidak bisa menyamakan cara mengajarnya.

"Jika ada anak yang mengalami kesulitan berhitung jangan cepat dikatakan bodoh. Harus dicarikan solusinya. Khawatirnya makin besar nanti makin kesulitan. Misalkan sudah usia 17 tahun tapi tidak tahu untuk belanja Rp 15.000 itu perlu uang Rp 5000 an berapa," paparnya. Dijelaskan, untuk penelitian tahap pertama sudah dilakukan ke personal siswa dengan membeli kartu DDC itu.

Sedang penelitian kedua dan ketiga, pihaknya perlu feedback dari orangtua yang melakukan pada anaknya. Agar menarik, kartu-kartu itu mengangkat tema Jawa Timur.

Misalkan tentang Alun-Alun Malang. Tapi digambar itu ada kupu-kupu dan burung. Siswa bisa menghitung berapa jumlahnya. Ada juga gambar Kampung Warna-Warni dll. Ia berharap, DDC bisa membantu pendidik dan orangtua.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved