Curi 25 Gelondong Kayu Jati Ilegal di Kawasan Hutan Negara, 4 Warga Lamongan Diamankan Polisi

Curi kayu jati di hutan negara turut tanah Kecamatan Bluluk, Lamongan. 4 warga Desa Kedunglerep, Kecamatan Modo diamankan polisi.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Hefty Suud
SURYA/HANIF MANSHURI
Empat tersangka dan barang bukti jarah kayu jati di kawasan hutan negara petak 21 B RPH Majenon, BKPH Bluluk, KPH Mojokerto turut tanah Desa Talunrejo Kecamatan Bluluk Lamongan yang berhasil diamankan polisi, Minggu (8/11/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Beranggapan jauh dari pengawasan petugas di masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ), dan 4 warga Desa Kedunglerep, Kecamatan Modo, Lamongan, Jawa Timur nekat melakukan aksi menjarah kayu jati.

Aksi keempatnya dilakukan di kawasan hutan negara petak 21 B RPH Majenon, BKPH Bluluk, KPH Mojokerto turut tanah Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Lamongan.

Mereka sengaja memilih waktu malam untuk mengangkut jati illegal yang didapatkannya dengan cara mencuri, Sabtu (7/11/2020) malam.

Baca juga: BREAKING NEWS - Sebuah Rumah Milik Pedagang Sepeda Motor Bekas di Kota Malang Hangus Terbakar

Baca juga: VIRAL Video Gadis Disiksa Sepasang Suami-Istri, Telapak Kaki Dibakar Api Dupa hingga Rambut Ditarik

Namun nahas, aksi keempat penjarah hutan ini diketahui petugas atas laporan masyarakat sekitar yang mendapati satu unit mobil L 300 sedang mengangkut kayu jati curian.

"Anggota bersama petugas perhutani RPH Majenon langsung menuju TKP atas laporan masyarakat dan berhasil mengamankan para pelaku berikut barang bukti kayu curiannya, " kata Kapolsek Bluluk, Iptu Su'ud kepada TribunJatim.com, Minggu (8/11/2020).

Empat tersangka diantaranya, Agung (52), Rijan Efendi (42), Mukadi (37) dan Gatot Suroso (37) semuanya Desa Kedunglerep Modo Lamongan berhasil diamankan.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti kayu jati illegal sebanyak 25 batang gelondongan dan mobil L 300 nopol S 9860 JC, dan 2 unit sepeda motor Suzuki Shogun 125 nopol L 3748 VY tanpa plat nomor.

Keberhasilan polisi dan pihak perhutani ini bermula dari laporan masyarakat pada Sabtu (7/11/2020) sekitar pukul 20.00 WIB terkait adanya penjarahan hutan di RPH Majenon bahwa di petak 21 B RPH Majenon, BKPH Bluluk.

Kemudian Kanit Reskrim bersama dengan petugas jaga serta petugas perhutani RPH Majenon melakukan cek dilokasi pencurian kayu dan benar, ada pelaku pencurian kayu jati negara di hutan negara petak 21 B RPH Majenon.

Para tersangka, alat bukti dan barang bukti sebanyak 25 batang kayu jati curian berbagai ukuran dibawa ke Mapolsek Bluluk.

Penyidik masih mengembangkan penyelidikan, untuk mengungkap apakah ada kemungkinan para tersangka pernah melakkukan hal serupa sebelumnya atau tidak.

Para tersangka mengaku, mereka terpaksa mencuri kayu jati untuk kebutuhan memenuhi kebutuhan keluarga.

"Ada Corona ini kami lebih sulit untuk mencari penghasilan," katanya.

Kepada para tersangka, dijerat Pasal 12 huruf e jo pasal 83 ayat (1) huruf b undang - undang RI nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Untuk sementara para tersangka ditahan di sel tahanan Polsek Bluluk. Ruang tahanan Polres Lamongan masih dalam tahap pembangunan.

Jika sudah BAP-nya sudah dinyatakan P21, para tersangka juga segera dilimpahkan ke Kejari untuk proses hukum selanjutnya.

Penulis: Hanif Manshuri

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved