Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Investor Masuk ke Kawasan Industri Nganjuk

Pemkab Nganjuk masih bisa mendatangkan investor untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Nganjuk di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Pipin Tri Anjani
SURYA/Achmad Amru Muiz
Area lahan KING di sekitaran jalan Tol Trans Jawa yang disediakan untuk mendirikan industri dari para investor dalam negeri maupun luar negeri. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Keberhasilan Pemkab Nganjuk menarik investasi di tengah pandemi Covid-19 masuk ke Kawasan Industri Nganjuk (KING) patut diapresiasi tinggi.

Pasalnya, hampir semua mengeluh dengan pandemi Covid-19 tetapi Pemkab Nganjuk masih bisa berbuat untuk mendatangkan investor menanamkan investasinya di Kabupaten Nganjuk.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, setidaknya ada empat investor asing yang bersedia masuk ke wilayah KING. Yakni dua investor asal Korea, satu investor asal Jepang, dan satu investor asal China selain sejumlah investor dalam negeri.

"Mereka bergerak di berbagai bidang usaha dan menyerap tenaga kerja cukup besar. Salah satunya investor asal Korea yang satu perusahaanya akan menyerap tenaga kerja hingga delapan ribu orang," kata Novi Rahman Hidhayat, kemarin.

Dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, selain masuknya investor asing ke KING, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan PT SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut) dalam pengembangan kawasan industri.

Dimana PT SIER dengan grupnya akan masuk dengan investasi di KING. Dan awal tahun depan akan diketahui berapa nilai investasi yang akan dimasukkan ke KING dari kerjasama dengan PT SIER.

Baca juga: Pengunjung Obyek Wisata Nganjuk Makin Ramai, Satgas Covid-19 Intensifkan Patroli Protokol Kesehatan

Baca juga: Berprestasi Kelola Keuangan Desa, Pemkab Nganjuk Berikan Penghargaan WTP Kepada 25 Desa

"Semoga itu bisa terealisasi sehingga akan semakin banyak investor yang masuk KING," ucap Novi Rahman Hidhayat.

Disamping itu, dikatakan Novi Rahman Hidhayat, dalam kondisi sulit karena Pandemi Covid-19 ini juga ada investor yang menunda masuk dan mendirikan perusahaan di Kabupaten Nganjuk.

Di antaranya PT Maspion Group yang tahun ini berencana masuk ke Nganjuk dengan investasi mencapai Rp 3 - 4 triliun dengan kebutuhan lahan seluas 300 - 400 hektar dengan serapan tenaga kerja hingga 15 ribu orang.

Kemudian juga sejumlah investor asal Jakarta yang juga menunda masuk ke Nganjuk akibat terdampak pandemi Covid-19 di luar negeri.

"Penundaan investasi masuk ke Kabupaten Nganjuk tersebut bisa kami pahami karena memang kondisi sulit karena Pandemi Covid-19," ujar Novi Rahman Hidhayat.

Meski demikian, ungkap Novi Rahman Hidhayat, dengan sudah adanya 32 investor sekala menengah hingga besar yang masuk dengan total investasi mencapai sekitar Rp 5,3 triliun hingga saat ini dengan serapan tenaga kerja sekitar 19 ribu orang tersebut dirasa cukup baik ditengah Pandemi Covid-19.

Jumlah investor yang masuk ke Kabupaten Nganjuk tersebut jauh dibawah target awal yang mencapai 63 investor hingga tahun 2020 ini.

Lebih lanjut dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, saat ini dengan telah disetujuinya usulan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Nganjuk oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) menjadi modal dalam dukungan terlaksananya pengembangan KING.

Dengan demikian nantinya melalui Peraturan Bupati (Perbup) untuk mendukung pengembangan KING akan diatur perizinan dalam semua aspek harus selesai dalam waktu 14 hari.

Baca juga: PKM Nganjuk Jadi Wakil Dalam Evaluasi Zona Integritas Kementerian PANRB

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved