Tiga Program Andalan Menjadi Strategi Penurunan Angka Kasus Gizi Buruk di Kabupaten Nganjuk
Tiga program andalan peningkatan gizi masyarakat Kabupaten Nganjuk masih menjadi gerakan prioritas kinerja dari Tim Penggerak PKK.
Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Tiga program andalan peningkatan gizi masyarakat Kabupaten Nganjuk masih menjadi gerakan prioritas kinerja dari Tim Penggerak PKK.
Ini dikarenakan melalui ketiga program yakni Gerakan Pengentasan Gizi Buruk (Gentasibu), Gerakan Pencegahan Stunting (Sigenting), dan Gerakan Pendampingan Ibu Hamil dan Bayi Risiko Tinggi (Gerdaristi) dinilai masih sangat dibutuhkan Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Yuni Sophia Rahma Hidhayat mengatakan, ketiga program Gerakan tersebut juga bisa diartikan sama dengan upaya yang dilakukan Pemkab Nganjuk sekarang ini dalam menjalankan program Tri Cita Bhakti dari Kepala Daerah saat ini.
Dimana Pemkab Nganjuk dewasa ini sedang intensif membangun SDM Unggul dan Berkualitas serta Berakhlakul Kharimah melalui berbagai program kegiatan.
"Untuk itu, seiring dengan program Pemkab Nganjuk tersebut kita laksanakan tiga Program kesehatan masyarakat yakni Gentasibu, Sigenting, dan Gentasibu," kata Yuni Sophia Rahma Hidayat, Selasa (17/11/2020).
Melihat pentingnya ketiga program tersebut, dikatakan Yuni Sophia Rahma Hidhayat, pihaknya juga mengajak kepada para pimpinan tiap wilayah di Kabupaten Nganjuk untuk mensosialisasikan pentingnya gizi untuk tumbuh kembang anak di Kabupaten Nganjuk.
Baca juga: Pemkab Nganjuk Melalui BPN Terus Jalankan PTSL
Baca juga: Empat Pengedar Sabu di Nganjuk Diamankan Polisi, Diketahui dari Informasi Pengaduan di Medsos
Karena tanpa adanya keterlibatan dari pimpinan tiap wilayah dan semua pihak di daerah maka akan sulit ketiga program tersebut bisa dilaksanakan secara maksimal.
"Dan keterlibatan itu bisa dimulai dari melakukan hal-hal yang kecil, seperti membuat kolam-kolam ikan di setiap rumah hingga memastikan akses air bersih dan akses sanitasi disetiap rumah tersedia semua," ucap Yuni Sophia Rahma Hidhayat.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Achmad Noeroel Cholis mengatakan, pihaknya menyampaikan pesan dari Bupati Nganjuk agar membantu mempersiapkan manusia-manusia yang unggul sehingga dapat memberikan sumbangsih ke Kabupaten Nganjuk.
"Dengan demikian masyarakat di Kabupaten Nganjuk tidak hanya menjadi pasar bagi daerah lain, tetapi juga bisa menjadi masyarakat yang unggul dan berkualitas," kata Achmad Noeroel Cholis.
Sedangkan untuk kondisi kasus gizi dan stunting Kabupaten Nganjuk, ungkap Achmad Noeroel Cholis, terjadi trend angka kasus kurang gizi dan stunting di Kabupaten Nganjuk sebesar 9,9 persen pada awal tahun 2019 dan turun menjadi 8,7 persen pada Agustus 2019.
Sementara untuk angka stunting sebesar 44,3 persen pada tahun 2013 yang berhasil diturunkan menjadi 11,48 persen pada Agustus 2019.
"Kondisi tersebut cukup baik dalam peningkatan gizi masyarakat dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Nganjuk yang cukup signifikan tersebut," tutur Achmad Noeroel Cholis. (SURYA/Achmad Amru Muiz)
Editor: Pipin Tri Anjani