Penanganan Covid
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Kota Kediri Siapkan Pendekatan Berbasis Komunitas
Untuk mencegah kembali terjadinya lonjakan kasus Covid-19, Kota Kediri siapkan pendekatan berbasis komunitas.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Didik Mashudi
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kasus positif virus Corona ( Covid-19 ) di Kota Kediri melonjak selama 4 hari berturut-turut, akibat transmisi lokal dari klaster keluarga dan rekan kerja satu kantor.
Tercatat sejak 16-20 November 2020, ada tambahan 47 warga terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kediri. Padahal sebelumnya sempat berlangsung landai.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima menjelaskan, tambahan kasus baru tersebut berasal dari transmisi lokal.
"Salah satu buktinya adalah semakin meningkatnya kasus klaster anggota keluarga, tetangga dan rekan kerja sekantor,” kata dr Fauzan Adima, Jumat (20/11/2020).
Dr Fauzan Adima mengatakan, ada dugaan salah satu penyebab meningkatnya kasus karena efek libur panjang 2 minggu lalu.
Baca juga: Toko Minyak Wangi di Kota Kediri Ludes Terbakar, Warga Dengar Suara Letupan, Tak Ada Korban Jiwa
Baca juga: Proses Otopsi Terduga Korban Pembunuhan Tulungagung Selesai, Banyak Luka di Bagian Kepala
Banyak yang terkena Covid-19 akibat bepergian keluar kota atau menerima tamu dan keluarga dari luar kota yang mudik.
“Pendekatan yang diambil Pemkot Kediri dalam penanganan Covid-19 adalah berbasis komunitas,” jelas dr Fauzan Adima.
Oleh karena itu diharapkan semua komponen masyarakat bergotong-royong menanggulangi Covid-19 bersama-sama di Kota Kediri.
Dr Fauzan Adima mengimbau masyarakat Kota Kediri untuk saling mengingatkan, disiplin protokol kesehatan, dan melaporkan ke Satgas Covid-19 apabila menemukan kegiatan masyarakat yang berpotensi kerumunan dan tidak patuh protokol kesehatan.
Baca juga: Klaster Rumah Tangga Akibatkan Kasus Positif Covid-19 di Kediri Melonjak, Ada 14 Tambahan Kasus Baru
Baca juga: Penambang Tulungagung yang Tertimbun Longsoran Ditemukan di Antara Guguran Batu Raksasa dan Tebing
Sementara Plt Kepala Satpol PP Kota Kediri, Ferry Djatmiko, menambahkan, peran serta perangkat kelurahan sangat dibutuhkan, mengingat kegiatan ekonomi juga harus sudah bisa berjalan dengan penerapan protokol kesehatan.
“Setelah peningkatan kasus akhir-akhir ini, kami bersama pak wali mengevaluasi. Salah satu hasil evaluasi, ke depannya, kami akan melibatkan perangkat kelurahan dan pak lurah untuk memantau kondisi warganya,” jelasnya.
Menurut Ferry, petugas gabungan yang terdiri dari Polri, satpol PP, polisi militer, dan TNI terus menggelar operasi yustisi dan nonyustisi untuk memastikan protokol kesehatan tetap dilaksanakan oleh masyarakat.
Baca juga: Tukar Mobil Avanza dengan 4 Tanaman Hias, Warga Doko Kediri Viral di Medsos: Sudah Mengincar Lama
Baca juga: Dewan Pengupahan Usulkan UMK Ponorogo Tahun 2021 Tetap Rp 1.913.321, Kemnaker: Asalkan Tidak Turun
Tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Kediri secara rutin telah diumumkan melalui unggahan video Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar.
Selama 4 hari berturut-turut sejak 16 November 2020, tercatat ada tambahan 47 warga terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kediri sekarang 337 kasus.
Editor: Dwi Prastika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/operasi-yustisi-penegakan-protokol-kesehatan-covid-19-dilakukan-petugas-gabungan-di-kota-kediri.jpg)