Berita Arema FC

Khawatir di-PHP Lagi, Arema FC Usul PSSI Minta Surat Garansi Polri Soal Izin Lanjutan Kompetisi

Khawatir di-PHP lagi, Arema FC usul PSSI minta surat garansi dari Polri soal izin menggelar lanjutan kompetisi pada Februari 2021.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA
Kuncoro saat memimpin latihan pemain Arema FC di pinggir lapangan Stadion Kanjuruhan Malang, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Lanjutan kompetisi yang beberapa kali ditunda karena tak dapat izin dari pihak kepolisian, membuat khawatir klub Liga 1, Arema FC.

Awalnya, setelah berbulan-bulan dihentikan karena pandemi virus Corona ( Covid-19 ), kompetisi rencananya kembali digelar 1 Oktober 2020 lalu, namun tak diberi izin pihak kepolisian, karena menilai angka tingkat penyebaran virus Corona naik. 

Kemudian Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunda sampai 1 November 2020. Nyatanya juga tak diizinkan pihak keamanan.

Kembali mundur, PSSI akhirnya memutuskan menunda kompetisi sampai awal Februari tahun depan. 

Untuk penundaan kali ini, Arema FC meminta agar PSSI mendorong PT LIB supaya meminta surat pada polisi.

Baca juga: Manajemen Singo Edan Tak Larang Pemainnya Ikut Tarkam, GM Arema: Jika Cedera Tanggung Sendiri

Baca juga: Bek Persebaya Surabaya Hansamu Yama Merespons Soal Pemotongan Gaji Pemain Imbas Pandemi

Singo Edan ingin ada garansi berupa surat izin dari pihak kepolisian yang menyatakan memberi izin lanjutan kompetisi dapat digelar Februari 2021 mendatang. 

Apalagi saat itu Pilkada Serentak telah selesai. Sehingga apabila ada surat yang menjamin lanjutan kompetisi dapat digelar Februari, bisa menjadi harapan baru yang lebih meyakinkan dan tidak hanya sekadar ucapan seperti sebelum-sebelumnya. 

"Kami mendorong agar ada perwakilan PSSI atau PT LIB, untuk menghadap pihak kepolisian. Meminta surat yang menyatakan mengizinkan kompetisi dimulai kembali bulan Februari tahun depan," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo saat ditemui TribunJatim.com, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Bukan dari Brasil, Striker Baru Arema FC Berpaspor Asia, Memiliki Postur Jangkung dan Masih Muda

Baca juga: Tak Mau Hanya Sebatas Janji, Persela Lamongan Tuntut Kepastian Lanjutan Liga 1 2020

"Semua klub butuh garansi. Karena sejauh ini hanya katanya-katanya saja. Nyatanya, semua klub sudah persiapan, sampai swab test, H-3 pertandingan liga batal digelar karena tidak dapat izin polri," tambahnya. 

Pihaknya berharap agar federasi dan operator dapat mencari surat garansi, sehingga klub menjadi tenang. Sekaligus itu dapat dijadikan pegangan klub untuk berbicara dengan pihak sponsor, karena sejauh ini klub tak mendapat pemasukan sama sekali. Ditambah uang subsidi tak dapat cair secara rutin seperti harapan klub. 

"Untuk itu kami berharap agar PT LIB atau PSSI bisa mengusahakan garansi pada Polri. Entah dengan surat satu lembar kertas, tapi menyatakan mengizinkan liga dimulai kembali tanggal berapa bulan Februari 2021 itu sudah sangat melegakan. Semoga itu bisa diusahakan. Kita tahu semua sponsor itu sampai sekarang belum mau mencairkan uangnya karena tak dipungkiri ada dampak hilangnya kepecayaan. Sehingga memilih mencairkan uang sponsor setelah ada pertandingan di televisi," jelasnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved