Jalan Tol KLBM Siap Operasional, Waskita Bumi Wira Hanya Tunggu Jawaban dari BPJT
Pemilik konsesi tol Krian Legundi Bunder Manyar (KLBM), PT Waskita Bumi Wira, anak usaha PT Waskita Toll Road, siap operasionalkan 3 seksi jalan tol.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemilik konsesi jalan Tol Krian Legundi Bunder Manyar (KLBM), PT Waskita Bumi Wira, anak usaha PT Waskita Toll Road, telah siap mengoperasionalkan tiga dari empat seksi jalan tol KLBM.
Saat ini pihaknya masih menunggu surat balasan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang diharapkan ada di akhir November 2020 ini.
Direktur Teknik PT Waskita Bumi Wira, Norman Hidayat, mengatakan, tiga seksi ini sudah 100 persen siap operasional.
Baca juga: Kasus Corona Belum Turun, Waskita Beton Precast Berikan Ratusan APD ke Institusi Kesehatan di Gresik
Baca juga: Proyek Kolaborasi Waskita Karya Realty dan Darmo Permai Selesaikan Kontruksi 2 Tower CBD 88 Avenue
"Yaitu seksi 1 Krian - Kademean, sepanjang 9,77 km dengan progres konstruksi telah mencapai 100 persen," kata Norman, saat menerima kunjungan dari Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk di pintu tol KLBM di Labani, Krian, Selasa (24/11/2020).
Kemudian Seksi 2 Kademean - Boboh sepanjang 8,83 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen. Seksi 3 Boboh - Bunder sepanjang 10,40 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen.
"Sementara untuk Seksi 4 ruas Bunder-Manyar belum bisa dipastikan kapan rampung lantaran terhambat pandemi Covid-19, sehingga alokasi anggaran untuk melanjutkan pengerjaannya terkena refocusing," jelas Norman.
Untuk pembebasan lahan, untuk seksi 4 progresnya masih sekitar 20 persen. Sementara untuk konstruksi, precast juga telah siap.
"Perkiraan kami akan selesai pada akhir 2022," tambah Norman.
Total panjang Tol KLBM mencapai 38,29 km dengan nilai investasi proyek mencapai Rp 12,22 triliun. Rencananya, tiga seksi tol ini sudah akan operasional di akhir tahun 2019 dengan tarif per km Rp 1.250.
Namun mundur dengan target pada April 2020 dengan tarif tol baru di tahun 2020 yang disampaikan menjadi Rp 1.500 per km.
"Adanya pandemi Covid 19 membuat target operasional mundur lagi. Harapannya bulan Desember 2020 mendatang sudah bisa operasional," jelas Norman.
Biasanya setelah surat dari BPJT dibalas, akan mendapat jadwal peresmian. Peresmian ini menandai operasional yang kemungkinan tarif tol di tahun 2021 akan berubah lagi.
"Tapi tahun depan akan naik seberapa, belum tahu. Biasanya kenaikan tarif tol itu sekitar 10 persen per tahun," ungkap Norman.
Sementara itu, Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono, mengatakan, pihaknya terus ekspansif dalam pengembangan infrastruktur di Jatim.
"Pertama, adalah tol Pasuruan - Probolinggo sepanjang 43,75 km dengan nilai investasi Rp 6,36 triliun, kedua adalah tol KLBM ini," kata Destiawan.