Breaking News:

Pilkada Tuban

Disinggung Soal Beredarnya Politik Uang, Bawaslu Tuban: Seperti Bau Tak Ada Wujudnya

Disinggung soal beredarnya politik uang, Bawaslu Tuban sebut seperti bau tapi tak ada wujudnya.

TRIBUNJATIM.COM/M SUDARSONO
Kantor Bawaslu Tuban, Senin (7/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Memasuki masa tenang pelaksanaan Pilkada Tuban 2020, yang akan digelar 9 Desember mendatang, aroma politik uang mulai menguap di permukaan. 

Di Kecamatan Jatirogo, Tuban, seorang sumber menyebut sudah ada pembagian uang senilai Rp 50 ribu. 

"Sudah ada pembagian Rp 50 ribu, dari salah satu paslon," kata pejabat di salah satu desa kecamatan setempat, Senin (7/12/2020). 

Hal sama juga terjadi di Kecamatan Semanding, sumber lain juga menyatakan sudah ada pembagian uang senilai Rp 25 ribu. 

"Sudah ada bagi-bagi, tetangga saya pada dapat, sepertinya tidak merata," ucap sumber tak mau disebut namanya itu. 

Ketua Bawaslu Tuban, Sullamul Hadi mengatakan, pada praktiknya fenomena bagi-bagi uang sama halnya seperti bau tapi tidak berwujud. 

Baca juga: Ketua KPU Tuban dan 1 Staf Positif Covid-19, Pemeriksaan Sementara: Tidak dari Aktivitas Kantor

Baca juga: Bupati Tuban Fathul Huda Cetak KTP Tak Sampai 5 Menit Pakai Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri

Pihaknya mengaku setiap malam memantau situasi dan kondisi jelang pencoblosan, namun pulang dengan tangan kosong. 

"Ya hanya seperti bau tidak ada wujudnya, masyarakat juga belum ada yang melapor," ujarnya saat dimintai tanggapan terkait politik uang, Senin (7/12/2020).

Menurut dia, fenomena yang ramai di permukaan tentang money politic ini seperti hanya gertak saja, untuk mempengaruhi lawan. 

Masyarakat juga sudah diimbau untuk melapor jika menemukan adanya politik uang, tapi tidak ada hasil laporan sampai sekarang. 

Baca juga: Konstruksi Makin Parah, Jembatan Glendeng Penghubung Tuban-Bojonegoro Kembali Ditutup Total

Baca juga: Wakil Rais Syuriah PCNU Tuban: Warga NU Punya Kecenderungan kepada Cabup-cawabup

Bahkan, personel Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) begitu mendapat kabar politik uang langsung mendatangi lokasi, tapi ternyata tidak ada bukti. Jadi hanya semacam bau saja. 

"Yang jelas jika ada bukti dan bukan hanya bau, maka akan kita langsung proses pidana, sebagaimana ketentuan," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: M Sudarsono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved