Breaking News:

Pilkada Jawa Timur

Gubernur Jatim Khofifah Minta Puskesmas Fasilitasi Saksi di TPS untuk Rapid Test Covid-19

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta Puskesmas memfasilitasi saksi paslon di TPS untuk rapid test Covid-19.

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa hadir bersama Forkopimda Jawa Timur dalam rapat koordinasi tim desk Pilkada di Provinsi Jawa Timur di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Senin (7/12/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa hadir bersama Forkopimda Jawa Timur dalam rapat koordinasi tim desk Pilkada di Provinsi Jawa Timur, di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Senin (7/12/2020) malam. 

Dalam rakor tersebut, Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta agar saksi paslon di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) menunjukkan hasil rapid test nonreaktif. Jika saksi yang ditunjuk paslon tidak membawa bukti rapid test, maka Khofifah Indar Parawansa meminta agar puskesmas setempat memberikan fasilitas untuk merapid test para saksi tersebut. 

"Jangan njagakno (nunggu) paslon untuk melakukan rapid test pada saksi. Kalau ada saksi yang positif lalu dia seharian ada di sekitar TPS, tentu kita tidak ingin hal yang tidak kita inginkan terjadi," kata Khofifah.

Dikatakan Khofifah, memang dalam aturannya, saksi pemantau pelaksanaan pemungutan suara di TPS rapid testnya ditanggung oleh paslon.

Namun biasanya paslon menyodorkan nama saksi yang ditugaskan di setiap TPS itu di waktu injury time atau last minute. 

Baca juga: Gubernur Khofifah Gowes Ajak Tidak Golput, Pastikan Warga Jatim Dapat Undangan Pilkada Serentak 2020

Baca juga: Kapolda Jatim Pimpin Apel Pengamanan Pilkada 2020, Apresiasi Loyalitas Kinerja Anggota

"Ada kemungkinan misalnya saksi tidak bisa menunjukkan surat rapid test. Lalu masak tidak diperbolehkan masuk. Maka kami berharap Puskesmas akan menjadi tulang punggung di sini," kata Khofifah. 

Ia meminta setiap kepala daerah yang menjadi penyelenggara Pilkada Serentak 2020 agar turut menyadari hal ini. Sehingga menugaskan tenaga Puskesmas setempat untuk menyediakan layanan rapid test Covid-19 untuk saksi. 

"Atas nama khifdun nafs, atas nama perlindungan nyawa, perlindungan jiwa. Saya meminta bupati/wali kota untuk memberikan rapid test pada saksi," tegasnya. 

Baca juga: Gubernur Jawa Timur Khofifah Siapkan Ribuan Tenaga Kesehatan untuk Suntikkan Vaksin Covid-19

Baca juga: PLN Siap Amankan Pasokan Listrik di Jawa Timur dalam Siaga Pilkada Serentak 2020

Baca juga: KPU Kota Surabaya Tak Menempatkan TPS Khusus di Rutan Medaeng, Geografis: Masuk TPS 21 KPU Sidoarjo

Maka kalau paslon menyerahkan di injury time ternyata tidak membawa rapid test, maka tidak boleh ditolak oleh TPS, sebaliknya harus dilayani untuk melakukan rapid test

Lebih lanjut Khofifah menegaskan, seluruh Forkopimda Jatim berkomitmen untuk menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 secara aman, damai dan sehat.

Pemkab/pemkot didukung oleh jajaran TNI dan kepolisian bersinergi untuk bisa menghasilkan Pilkada yang terbaik. 

"Dan saya juga meminta agar seluruh petugas yang seharian di TPS, setiap empat jam, maskernya lebih baik diganti. Dan masyarakat Jatim kami harapkan untuk menyempatkan diri berpartisipasi aktif dalam Pilkada Serentak," tegas Khofifah. 

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved