Tiga Terpidana Korupsi di Dinas PUPR Dipindah ke Lapas Kelas IIB Tulungagung

Tiga terpidana kasus suap proyek di Pemkab Tulungagung, Jawa Timur dipindah dari Lapas Sidoarjo ke Lapas Kelas IIB Tulungagung, Sabtu (19/12/2020)

Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Tunggul Buwono. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Tiga terpidana kasus suap proyek di Pemkab Tulungagung, Jawa Timur dipindah dari Lapas Sidoarjo ke Lapas Kelas IIB Tulungagung, Sabtu (19/12/2020) pagi.

Mereka adalah mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, mantan Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Sutrisno dan seorang rekanan bernama Agung Prayitno.

Pemindahan mereka atas pengajuan dari pihak keluarga melalui Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur.

"Kami hanya menerima pemindahan setelah diputuskan Kanwil Kemenkumham Jatim,"terang Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Tunggul Bawono kepada TribunJatim.com, Senin (21/12/2020).

Ketiganya segera melakukan prosedur pemeriksaan kesehatan, termasuk rapid test untuk mendeteksi Covid-19.

Hasilnya, Sutrisno dan Agung dinyatakan reaktif, sementara Syahri dinyatakan nonreaktif.

Baca juga: Bikin Hoaks Kota Malang Zona Hitam, Pria Asal Lamongan Terancam Penjara 6 Tahun: Saya Jujur Khilaf

Baca juga: DAFTAR Klinik Layani Rapid Test Antigen Covid-19 di Surabaya, Termurah Rp 250 Ribu, Cek Cara Tesnya

Baca juga: Bintang Jadi Senjata Teddy Rebut Warisan Lina, Rizky: Amanah Gak Berdosa Buat Alasan Minta Bagian

Sutrisno dan Agung ditindaklanjuti dengan melakukan tes usap, namun hasilnya belum diketahui.

"Mereka semuanya menjalani isolasi selama 14 hari ke depan. Semoga yang dua hasil tes swabnya negatif," sambung Tunggul kepada TribunJatim.com.

Selama masa isolasi, mereka ditempatkan di ruangan terpisah.

Jika lewat masa inkubasi dan dinyatakan bebas dari Covid-19, mereka mulai bisa bersosialisasi dengan napi lain.

Sedangkan jika dinyatakan positif virus corona, mereka akan menjalani perawatan lebih lanjut.

"Dalam kondisi normal, bisanya masa isolasi hanya tujuh hari sebelum napi baru pindah ruangan. Namun sekarang nunggu masa inkubasi lebih dulu," ungkap Tunggul kepada TribunJatim.com.

Dalam perkara korupsi di Dinas PUPR Tulungagung ini, Sutrisno dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun dan denda Rp 600 juta.

Sedangkan Agung Prayitno divonis 5 tahun dengan denda Rp 350 juta.

Dalam sidang putusan 14 Februari 2019, majelis hakim juga menjatuhkan vonis kepada Syahri Mulyo berupa hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp700 juta.

Dengan tambahan tiga napi ini, maka saat kini ada lima napi korupsi di Lapas Kelas IIB Tulungagung.

Sebelumnya ada Suprapto, mantan Kades Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut yang dipidana karena korupsi DD dan ADD tahun 2015-2016.

Satu napi korupsi lainnya adalah Danang Wahyu Kusworo, Ketua Pokmas Tentrem Dusun Kedungsingkil, Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu.

Danang korupsi dana hibah pengadaan sapi, Dinas Peternakan Jawa Timur tahun 2017 sebesar Rp 100 juta. (David Yohanes/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved