Breaking News:

Disdikpora Trenggalek Pastikan Sebagian SD dan SMP Pembelajaran Tatap Muka Januari Mendatang

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek memastikan akan memulai pembelajaran tatap muka di sebagian SD dan SMP

Surya/Aflahul Abidin
Pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Trenggalek sebelum wilayah tersebut masuk dalam zona oranye. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek memastikan akan memulai pembelajaran tatap muka di sebagian SD dan SMP pada awal semester genap Januari 2021.

Keputusan itu mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Meteri yang mengizinkan pembelajaran tatap muka tanpa pertimbangan zona risiko Covid-19.

SKB tersebut memberikan wewenang penuh pemda untuk menentukan digelar-tidaknya pembelajaran tatap muka di wilayahnya.

“Sudah kami siapkan. Kemarin visitasi SD dan SMP yang sudah lolos kriteria, akan kami ajukan kembali untuk mendapat rekomendasi pembelajaran tatap muka ke gugus tugas,” kata Kepala Disdikpora Kabupaten Trenggalek Totok Rudijanto, Selasa (22/12/2020).

Berdasarkan Data Referensi Kemendikbud, jumlah SD negeri dan swasta di Trenggalek sebanyak 563 sekolah. Menurut Totok, sekitar 50 persen dari jumlah itu telah memenuhi standar untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Sementara jumlah SMP negeri dan swasta, berdasarkan data yang sama, adalah 108 sekolah. Totok mengklaim, 84 sekolah di antaranya juga telah memenuhi standar.

Baca juga: Cak Hud Melarang Gelaran Perayaan Tahun Baru 2021 di Sidoarjo, Bakal Segera Terbitkan Surat Edaran

Baca juga: Kota Kediri Masuk 10 Besar Wilayah Paling Berkembang di Indonesia

Baca juga: JEJAK Karier Tri Rismaharini Kini Menteri Sosial, 2 Periode Jabat Wali Kota Surabaya, ini Profilnya

Standar yang ia maksud adalah kesediaan sarana prasarana dan kemampuan untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sebelum hari pertama semester genap, Disdikpora masih akan mengecek ulang kesiapan-kesiapan tersebut sebelum memutuskan digelar-tidaknya pembelajaran tatap muka.

“Kami pun tidak berani berspekulasi dalam menentukan aturan pembelajaran tatap muka di suatu sekolah,” ucap Totok kepada TribunJatim.com.

Pemkab Trenggalek sebelumnya telah membuka pembelajaran tatap muka di sebagian SMP pada awal September 2020.

Namun, pemkab kembali meniadakannya setelah Trenggalek masuk ke zona oranye pada akhir November.

Meski demikian, Totok mengklaim, pembelajaran tatap muka di Trenggalek tak memunculkan klaster penularan Covid-19 baru.

“Yang penting sesuai Permenkes soal penataan bangku, rombongan belajar maksimal separuh, ada izin orang tua, pakai masker, sedia tempat cuci tangan, dan lainnya. Dan ternyata waktu itu berjalan dengan lancar. Seperti Agusutus-November kemarin, tidak ada masalah,” ungkap Totok. (fla/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved