Breaking News:

Gerakan Bondowoso Bersedekah Tuai Pro dan Kontra

Gerakan Bondowoso Bersedekah yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso dengan menyebar kotak amal di kantor OPD

ISTIMEWA VIA TRIBUN MADURA
Ilustrasi kotak amal. 

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Gerakan Bondowoso Bersedekah yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso dengan menyebar kotak amal di kantor OPD dan kecamatan menuai polemik.

Sejumlah kalangan menilai bila gerakan tersebut masuk tindakan pungutan liar (pungli), dasar hukum buram, dan tak mengesampingkan badan atau lembaga resmi sosial.

Tak hanya itu, kebijakan tersebut dilakukan tanpa proses rembukan dengan legislatif.

Tujuan dari gerakan itu sebenarnya untuk membantu masyarakat miskin yang membutuhkan dana secara darurat. Sumbangan diberikan secara sukarela atau tanpa paksaan oleh seluruh elemen masyarakat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Ali Mansur mengatakan landasan legal formalnya harus jelas bila menyangkut gerakan yang diusung pemerintah.

Selain itu, penggalangan dana melalui kotak amal tersebut bisa masuk kategori pungutan liar (pungli) jika tidak dilandasi peraturan daerah (perda).

Baca juga: Masuk Bursa Calon Pelatih Chelsea, Andriy Shevchenko Bersiap Gantikan Frank Lampard?

Baca juga: Chacha Sherly Dimakamkan di Sidoarjo, Sang Ayah Iptu Agus: Maafkan Kalau Anak Saya Punya Salah

Baca juga: Roy Marten Trauma Soal Gisel? Gading Dapat Pesan Soal Calon Istri Baru: Kirim Perempuan yang Cocok

"Apapun alasannya, penarikan dana dari masyarakat yang dilakukan pemkab tanpa ada persetujuan DPRD melalui perda, baik pajak maupun retribusi, dapat dikatakan pungli," katanya kepada TribunJatim.com, Selasa (5/1).

Ia menjelaskan, setiap pendapatan yang dikelola pemerintah harus masuk pendapatan daerah.

Sehingga, harus dilaporkan menjadi pendapatan daerah.

Setiap pendapatan, apalagi bakal digunakan untuk kepentingan umum harus dapat dipertanggungjawabkan.

Halaman
12
Penulis: Dana Delani
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved