Odong-odong Marak di Sampang, Satlantas Polres Sampang Akan Tindak Tegas

odong-odong dengan pemutar musik digital lengkap dengan speaker untuk menarik daya tarik anak-anak di Kabupaten Sampang, Madura menjadi sorotan

Tayang:
Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Yoni Iskandar
Hanggara Pratama/Tribunjatim
Odong-odong saat melintas di Jalan Wijaya Kusuma Kelurahan Gunung Sekar Kecamata/Kabupaten Sampang, Madura beberapa waktu yang lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Maraknya odong-odong atau kendaraan yang dimodifikasi dengan lampu warna-warni dan pemutar musik digital lengkap dengan speaker untuk menarik daya tarik anak-anak di Kabupaten Sampang, Madura menjadi sorotan oleh Satlantas Polres Sampang.

Pasalnya, kendaraan mengangkut penumpang dengan rute sesuai pesanan tersebut dinilai tidak memenuhi standar keamanan kendaraan bermotor, serta kenyamanan dan keselamatan penumpangnya.

"Apalagi odong-odong tidak memiliki izin sebagai sarana angkutan umum sebagai mnaa mestinya," kata KBO Satlantas Polres Sampang, Iptu Siswanto kepada TribunJatim.com.

Maka dari itu, pihaknya berencana menetibkan odong-odong diwilayah kerjanya namun, sebagai langkah awal dengan persuasif.

Iptu Siswanto mengatakan, dalam waktu dekat akan mengajak para pemilik odong-odong untuk dilakukan sosialisasi atau pembinaan.

Baca juga: Jadwal Bola Malam Ini - Dobel Big Match: Manchester United Vs Manchester City, AC Milan Vs Juventus

Baca juga: DPRD Surabaya Desak Industri Cuci Sarang Walet Dipindah, Bukan di Hunian

Baca juga: Video Nyanyian Terakhir Chacha Sherly di Tahun Baru, Ucapan Sang Biduan Bikin Nangis: Masih Hidup

"Yang kita harapkan para odong-odong tidak beroperasi di semua wilayah perkotaan Sampang, sehingga bagi yang melanggar akan ditindak tilang," tuturnya kepada TribunJatim.com.

Kemudian pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Dishub serta Satpol PP untuk menyiapkan rute khusus bagi odong-odong.

"Agar tidak menggangu kondisi lalu lintas di wilayah perkotaan, odong-odong hanya boleh beroperasi di lingkungan wahana saja, dan kaki akan bentuk perjanjian hitam di atas putih," terangnya kepada TribunJatim.com.

Lebih lanjut, dirinya juga menyayangkan terhadap sejumlah odong-odong di Sampang karena lagu-lagu yang diputar belum semestinya dinikmati oleh anak usia dini.

Sehingga, dengan lirik lagu yang masih belum layak didengar dikhawatirkan dapat merusak pola pikir serta tingkah laku anak-anak.

"Peran orang tua juga harus aktif disini untuk menjaga masa depan putra-putrinya," pungkasnya. (Hangga P/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved