3 Mahasiswa UMM Buat Smart Chicken Cage Based on Android, Bantu Peternak Ayam Atur Suhu Kandang
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggagas Smart Chicken Cage Based on Android. Bantu peternak telur ayam
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggagas Smart Chicken Cage Based on Android.
Mereka ialah Deny Fajar Hidayat, Yogi Hardika Pratama Putra, dan Andalusia Trisna Salsabila.
Lahirnya Smart Chicken Cage Based on Android ini melihat kesulitan peternak telur ayam dalam mengatur temperatur kandang ayam.
Baca juga: Candaan Terakhir Captain Afwan Buat Kaget Warga, Pilot Sriwijaya Air ini Pulang Belakangan: Ngeriung
Baca juga: Astaghfirullah, Ratapan Ibu Penumpang Sriwijaya Air SJ 182, Anak Sempat Kirimi Foto: Banyak Senyum
"Suhu merupakan satu satu aspek penting untuk menernak telur ayam. Jika suhu kandang yang tidak sesuai, maka berdampak pada kesehatan dan perilaku ayam serta jumlah produksi telur yang didapat,” jelas Deny, mahasiswa teknik mesin, Minggu (10/1/2021).
Ia menceritakan awalnya ia sering berkunjung ke rumah Yogi yang ayahnya merupakan peternak telur ayam.
Dari obrolan dengan ayah Yogi diperoleh masalah yang dihadapi peternak telur ayam yang sulit memgatur suhu kandang.
Sehingga secara berkala harus dicek suhunya untuk memastikan kandang dalam suhu yang tepat.
Peternak harus bolak-balik ke kandang untuk menyalakan atau mematikan kipas angin.
Baca juga: Hasil Babak Pertama AS Roma Vs Inter Milan, Gol Tunggal Pellegrini Bawa Tim Ibukota Unggul
Baca juga: Gelar Lomba Mewarna, Mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Ajak Siswa TK-SD Cuci Tangan Lawan Covid-19
Cara mengatur suhu ruang juga masih berdasarkan pada perkiraan si peternak, jadi tidak akurat. Dengan alat mereka, maka bisa mengendalikan suhu kandang secara otomatis.
Untuk itu dipasang arduino di kandang sebagai sistem kontrol, sensor suhu, dan kelembaban.
Selanjutya data dari arduino akan otomatis terbaca di smartphone peternak.
Mereka merancang agar alat ini secara otomatis bisa menghidupkan pemanas ketika suhu berada di bawah 25℃.
"Selain itu juga mampu menghidupkan kipas pendingin apabila suhu terpantau di atas 30℃. Dengan begitu suhu di dalam kandang akan tetap stabil dan peternak tidak perlu bolak balik ke kandang,” ujarnya.
Ide dan rancangan itu pernag diikutkan dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Tingkat Nasional (PIMTANAS) tahun lalu.
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Heftys Suud