Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berjaya di Panggung Balet, Michael Halim Peraih 'Solo Seal' Punya Mimpi Besarkan Balet Kontemporer

Michael Halim meraih gelar 'Solo Seal' dari Royal Academy of Dance, London, Inggris pada 2012 silam. Simak kisah perjalanannya di balet berikut ini.

Instagram.com/@michaelhlm_
Michael Halim saat memerankan tokoh dalam dongeng Sleeping Beauty. 

“Ujiannya cuma bikin 3 tarian tapi harus perfect banget nilainya 8, 9 10, kalau 7 enggak lulus. Bener-bener dinilai full teknik, performance, dan musikalitasnya,” jelas Michael Halim.

Selain ‘ Solo Seal ’, Michael Halim juga pernah memenangkan "1st Place" pada Solo Contemporary in Dance Prix Indonesia.

Pada Mei 2018, ia bergabung dengan Sydney Dance Company Proffessional Intensive dan mendapatkan beasiswa penuh menghadiri Workshop Intensif Hofesh Schecter Strut Dance di Perth.

Baca juga: Isi Liburan Sekolah di New York, Bagikan Tarian Balet Berjudul Frescoes & Dipentaskan Nanti Malam

Baca juga: Kebanggaan Wanita Trenggalek Ini Tampil Bawakan Tarian Tradisional di Pentas Luar Negeri

Mengenal Teknik yang Ada di Balet

Ada banyak teknik di balet, tiga di antaranya yaitu pointe work, grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi. Grand pas de deux adalah tarian berpasangan yang bisa membuat balet semakin menawan.

Pointe work yakni teknik berjinjit hingga ujung jari kaki menggunakan pointe shoes. Kemudian ada pula teknik mengangkat kaki tinggi-tinggi.

“Grand pas de deux itu menari berdua dulu terus Solo cowok Solo cewek terus berdua lagi. Pointe work biasanya untuk perempuan, pakai pointe shoes, kalau laki-lakinya lebih ke megangin. Terus ada juga mengangkat kaki tinggi-tinggi,” terang Michael Halim.

Baca juga: Cara Self Healing dengan Yogamarta, Olahraga yang Padukan Senam, Pencak Silat dan Tarian Indonesia

Baca juga: Tema Sustainable Fashion di Bali Fashion Trend 2020, Utamakan Keindahan & Kelestarian Lingkungan

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Belajar Balet

Rama dan Shinta di balet.
Rama dan Shinta di balet. (Instagram.com/@michaelhlm_)

Sejak usia 12 tahun, Michael Halim telah memasuki masa pelatihan balet di Marlupi Dance Academy. Selama itu ia rutin berlatih tiga kali dalam seminggu dua jam per hari.

Marlupi Dance Academy adalah akademi tari yang didirikan oleh Marlupi Sijangga pada 1956 lalu.

Di tangannya, MDA berhasil menghasilkan pebalet handal Indonesia.

Usia 12 tahun bagi Michael Halim mungkin terbilang terlambat untuk belajar balet, sebaiknya memang dilakukan sejak usia 3 tahun.

Namun, Michael Halim menuturkan selama mau berusaha belajar, maka usia tak jadi batasan.

Belajar balet menurut Michael Halim juga tidak bisa instan, diperlukan kedisiplinan atau giat berlatih.

Lewat balet, Michael Halim menemukan kegiatan yang tidak hanya melatih ototnya namun juga membuatnya bahagia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved