Breaking News:

KoinWorks Optimistis UKM Tetap Mampu Bertahan Disaat Adanya PPKM Jawa-Bali

KoinWorks sebagai platform Super Financial App menyatakan untuk tetap teguh pada komitmennya dalam mendampingi pengguna, baik pendana maupun pelaku UK

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
ILUSTRASI - Pelaku UKM saat tengah memanfaatkan layanan pendanaan dari KoinWorks. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -  Guna menekan penyebaran virus virus Corona atau Covid-19, pemerintah kembali menarik rem darurat dengan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk wilayah Jawa-Bali, yang mana sejak tanggal 11 - 25 Januari 2021.

Kendati demikian, pemberlakuan kebijakan itu diperkirakan juga akan memberikan dampak pada kondisi bisnis termasuk pada pelaku usaha UKM terutama karena berpotensi kembali turunkan konsumsi masyarakat.

Menanggapi perkembangan kondisi ekonomi dan bisnis yang dinamis, KoinWorks sebagai platform Super Financial App menyatakan untuk tetap teguh pada komitmennya dalam mendampingi pengguna, baik pendana maupun pelaku UKM Indonesia, yang mana agar dapat terus menjalankan dan mengembangkan bisnisnya dengan memastikan berjalannya langkah mitigasi risiko untuk menjaga kualitas pinjaman serta kepercayaan pengguna.

"Dalam mewujudkan komitmen itu, kami melakukan berbagai langkah, seperti mitigasi risiko untuk meminimalisir dampak yang mungkin hadir ditengah pemberlakuan PPKM, khususnya berkaitan dengan stabilitas bisnis serta juga kualitas baik pada layanan P2P Lending melalui KoinP2P maupun layanan untuk diversifikasi aset lain yang kami hadirkan di Super Financial App KoinWorks," jelas Chief Operating Officer KoinWorks, Bernard Arifin, Selasa (19/1/21).

Dikatakan Bernard, KoinWorks percaya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19 sangat dibutuhkan melihat angka kasus yang masih bergerak naik.

Baca juga: KELUAR Hasil Penyelidikan Internasional Asal Covid-19: Kesalahan WHO & China, Faktanya Mengejutkan

Baca juga: Kado yang Tak Akan Sampai dari Ibu & 3 Anak Korban Sriwijaya Air ke Ayah, ART: Pucat Sebelum Terbang

Baca juga: Firasat Politisi Sufi Gus Dur Saat Menggandeng Kiai Asal Jember

"Namun, jika melihat dampaknya kepada kondisi UKM khususnya yang masuk dalam portofolio kami, dibandingkan dengan masa penerapan PSBB 1 & 2 di tahun 2020 lalu, pada penerapan PPKM saat ini sendiri, KoinWorks optimistis dampak yang mungkin hadir akan cenderung lebih rendah dan tidak terlalu signifikan," ungkapnya.

Kata Bernard, keoptimistisan itu ada, juga karena berkaca dari data performa penjualan UKM segmen e-commerce KoinWorks di periode setelah PSBB 2, yang mana tercacat masih mengalami pertumbuhan hingga 18.54%.

Apalagi, KoinWorks juga melihat setelah beberapa kali penerapan PSBB di tahun 2020 lalu, semakin banyak konsumen maupun UKM yang telah beradaptasi untuk menemukan ritmenya, untuk UKM salah satunya dengan melakukan berbagai inovasi seperti penambahan produk yang dekat dengan kebutuhan masyarakat di masa pandemi serta memanfaatkan digitalisasi untuk pemasaran & operasional
bisnis.

Sehingga kenaikan atau penurunan sales dan daya beli mereka pun tidak akan muncul terlalu signifikan.

Menurut Bernard, Wilayah Jawa & Bali sendiri memang merupakan wilayah dimana konsentrasi pengguna KoinWorks lebih banyak berasal, akan tetapi hal tersebut bukan jadi masalah besar bagi KoinWorks, yang mana karena KoinWorks semdiri telah aktif untuk terlebih dahulu dalam melakukan berbagai langkah mitigasi risiko sejak awal pandemi ini berkembang di Indonesia.

"Adapun mitigasi risiko yang dilakukan, misalnya seperti memfokuskan penyaluran ke segmen-segmen UKM tertentu dan fokus penyaluran yang berbasis invoice financing melalui KoinInvoice," tambahnya kepada TribunJatim.com

.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved