Breaking News:

Batu Berubah ke Zona Kuning Covid-19, Masyarakat Diminta Tetap Harus Waspada

Kota Batu menjadi zona kuning Covid-19. Artinya, tingkat penularannya mulai menurun atau rendah. Di Jawa Timur, Kota Batu menjadi satu-satunya daerah

Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
Freepik
Ilustrasi Corona atau Covid-19 di Kota Batu 

Reporter: Benni Indo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Kota Batu menjadi zona kuning Covid-19. Artinya, tingkat penularannya mulai menurun atau rendah. Di Jawa Timur, Kota Batu menjadi satu-satunya daerah yang menjadi zona kuning.

Penentuan zona peta risiko didasarkan pada 15 indikator kesehatan masyarakat. 15 komponen itu dibagi menjadi 11 indikator epidemiologi, dua indikator surveilans kesehatan masyarakat dan dua indikator pelayanan kesehatan. 

Mengacu pada indikator kesehatan masyarakat, skor Kota Batu sebesar 2,4 atau dinyatakan dengan tingkat penularan rendah (zona kuning).

Baca juga: Bupati Lumajang Donor Plasma Konvalesen, Ajak Penyintas Covid-19 Donor: Sembuhkan Saudara Kita

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berujar perubahan ke zona kuning tidak perlu dibesar-besarkan. Masyarakat tetap diimbau untuk disiplin protokol kesehatan. 

Ia khawatir, masyarakat terbuai dengan perubahan status sehingga menyepelekan protokol kesehatan.

“Jangan sampai masyarakat menganggap situasi sudah aman. Bagaimanapun juga harus tetap waspada dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Perubahan zona itu dianggap Dewanti sebagai buah manis dari pelaksanaan PPKM. Kerjasama semua sektor perlu ditingkatkan dan dukungan perilaku masyarakat sangat menentukan. Pasalnya, zona kuning bisa saja berganti lagi menjadi oranye.

“Saya berterima kasih, ternyata ada hasil positif dari pelaksanaan PPKM. Zona kuning ini tidak semata-mata dari upaya yang singkat. PPKM merupakan bagian dari upaya penanganan. Upaya-upaya penanganan sudah jauh-jauh hari telah dilakukan,” terangnya.

Di tempat terpisah, Kepala Diskominfo Kota Batu, Agoes Machmoedi mengatakan, selama pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), kedisiplinan protokol kesehatan masyarakat Kota Batu meningkat.

"Kesadaran ini harus dipertahankan agar pandemi Covid-19 segera teratasi sehingga kembali normal seperti sedia kala. Perekonomian juga kembali bangkit,” papar Agoes.

Capaian hasil yang cukup efektif selama PPKM ini, merupakan kolaborasi yang baik antara pemerintah, petugas keamanan dan masyarakat. Kerja sama lintas sektor ini memberi dampak turunnya tingkat penularan.

"Petugas intens menegakkan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan,” terang Agoes yang juga menjabat sebagai Jubir Satgas Covid-19 Kota Batu.

Dikatakan Agoes, penegakan protokol kesehatan dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat agar  waspada tidak boleh lengah karena perubahan zona.

"Tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Tingkat kesadaran masyarakat sudah membaik menjalankan protokol kesehatan. Hanya sebagian kecil masyarakat yang melakukan pelanggaran prokes," papar dia. (Benni Indo)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved