Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Desainer Muda Natalia Ciptakan Koleksi Wonders Earth, Terinspirasi Keelokan Bromo dan Budaya Tengger

Natalia Renata Angelina, perancang busana mahasiswi Universitas Negeri Malang ciptakan koleksi Wonders Earth. Gambarkan keindahan Gunung Bromo.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Desainer Natalia Renata (baju putih) berpose bersama model yang memeragakan koleksinya yang berjudul Wonders Earth Koleksi ini terinspirasi dari keindahan gunung Bromo dan keunikan busana suku Tengger. 

Reporter: Christine Ayu Nurcahyanti | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Keelokan Gunung Bromo dan keunikan Suku Tengger jadi inspirasi karya desainer muda Natalia Renata Angelina.

Untuk merefleksikannya, perancang busana mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) ini menciptakan koleksi bertajuk Wonders Earth.

"Inspirasinya dari Gunung Bromo. Selain panoramanya, saya juga terinspirasi dari budaya masyarakat yang tinggal di sana," katanya kepada TribunJatim.com, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Batu Berubah ke Zona Kuning Covid-19, Masyarakat Diminta Tetap Harus Waspada

Baca juga: Bupati Lumajang Donor Plasma Konvalesen, Ajak Penyintas Covid-19 Donor: Sembuhkan Saudara Kita

Busana ini mengambil konsep spiritualitas. Natalia ingin mengedepankan kebijaksanaan, tradisi, dan budaya.

Tanah menjadi elemen yang mendominasi dalam koleksi dikenalkannya pada 2020 lalu ini. Menurutnya, tanah menggambarkan keindahan pegunungan Indonesia.

Oleh karena itu, warna yang diusung cenderung ke arah earth tone, antara lain hijau, cokelat, dan hitam.

"Warna gelap mampu memberikan kesan yang kuat, menggambarkan betapa uniknya bumi. Selain itu juga mencerminkan aura budaya yang sakral dari suku Tengger," ungkap Natalia.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19, Termin Pertama Trenggalek Dapat Jatah 1.500-an Dosis

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Korban Janji Guyon Waton, Kunci Mudah Dimainkan: Korban Janji Manismu

Namun, dalam satu koleksi ia juga mengkombinasikan dengan warna yang merefleksikan langit saat senja.

Dalam busana ready to wear tersebut, Natalia mengadaptasi model berbusana masyarakat suku Tengger yang kerap menggunakan kain atau sarung yang dililitkan pada bagian leher.

"Karakteristik ini saya adaptasi menjadi jubah dan detail pada rok untuk memberi kesan yang lebih modern. Selain itu juga saya hadirkan lewat penggunaan kupluk atau beanie," kata perempuan kelahiran 13 Desember 1999 ini.

Untuk potongannya, Natalia memakai pola dasar standar dengan sedikit modifikasi agar tidak menghilangkan kesan yang klasik.

Busananya terdiri dari atasan dan bawahan dengan permainan kain dan detail sederhana. Misalnya dengan penambahan jaring-jaring serta manik-manik di salah satu bagian.

Dalam Wonders Earth, Natalia turut menyisipkan kampanye pelestarian lingkungan lewat konsep sustainable fashion.

"Kain yang saya pakai jenisnya linen rami yang merupakan serat alam. Saya menggunakan bahan yang ramah lingkungan," ungkap desainer berusia 21 tahun ini.

Melalui Wonders Earth, Natalia berharap tren fashion di Indonesia bisa lebih mengangkat kekayaan budaya.

"Supaya masyarakat lebih bisa menjaga bumi, serta menghargai keberagaman budaya yang ada di Indonesia," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved