Dicoret dari BPNT, Nenek Pembungkus Camilan Usus di Gresik Terpaksa Pinjam Beras ke Tetangga

Seorang nenek yang bekerja sebagai pembungkus camilan usus di Gresik dicoret dari BPNT.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Pipin Tri Anjani
SURYA/Willy Abraham
Rohmah, warga Gresik saat menunjukkan KKS miliknya yang tidak bisa digunakan mengambil BPNT di balai desa, Rabu (20/1/2021). 

Reporter: Willy Abraham I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Cerme, Gresik berujung kecewa.

Seperti yang dialami Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bernama Rohmah, seorang nenek yang bekerja sebagai pembungkus camilan usus.

BPNT bulan Desember kemarin sudah habis, beras dan komoditi lain sudah tidak ada yang tersisa. Seperti biasa, karena tidak mampu membeli handphone, dia mendapat informasi penyaluran dari tetangga, bahwa hari ini ada penyaluran BPNT bulan Januari.

Berbarengan dengan hari liburnya bekerja sebagai pembungkus camilan usus ayam di rumah tetangga. Nenek berusia 52 tahun ini sejak pukul 07.00 Wib sudah bersiap untuk mengambil BPNT bulan ini.

Seperti biasanya, dia berjalan kaki dari rumah menuju balai desa sambil membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang disimpannya di lemari dan kertas kusam berisi pin KKS.

Baca juga: Kiwil Ngotot Tetap akan Poligami, Panggil Rohimah Bunda, Si Istri Langsung Sela Ucapannya: Tak Mau

Baca juga: Respons Pemkot Surabaya Terkait Wacana Perpanjangan PPKM, Whisnu Sebut Fokus Pemantauan

Mengenakan kerudung hitam dan sandal japit, dia menyerahkan kartu kepada petugas untuk dikumpulkan.

Dia pun duduk sambil menunggu namanya dipanggil, sembari menyapa tetangga yang pulang membawa paket sembako BPNT berupa beras, telor, jeruk, kentang dan kacang senilai Rp 200 ribu.

"Saya dipanggil sama petugasnya, katanya kartu saya tidak bisa dipakai. Dicoret BPNT, saya langsung pulang ke rumah," kata dia, Rabu (20/1/2021).

Rohmah tidak sendiri, ada beberapa tetangganya mengalami nasib serupa. Dia pun pulang jalan kaki ke rumah.

Beberapa tetangganya pulang, sedangkan dia pulang tanpa membawa bantuan pangan yang menjadi pegangannya selama ini.

Anehnya, begitu Rohmah dinyatakan tidak menerima BPNT, dirinya tidak diberikan penjelasan penyebabnya.

Sebab, apabila ada pencoretan karena persoalan identitas, maka penerima harus membenarkan identitas di Dispendukcapil agar  bisa menerima bantuan lagi. 

“Tidak ada penjelasan apapun. Cuman kartunya tidak bisa," terangnya.

Dia duduk termenung di ruang tamu, pandangannya kosong, dia berusaha ikhlas dan menerima kenyataan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved