Mengintip Rumah Vaksin di Gresik, Tempat Penyimpanan Vaksin Covid-19 Agar Terjaga
Proses vaksinasi terus berjalan untuk tenaga kesehatan pada gelombang pertama. Vaksin Sinovac yang diberikan kepada tenaga kesehatan harus tersimpan
Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
Reporter: Willy Abraham | Editor Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Proses vaksinasi terus berjalan untuk tenaga kesehatan pada gelombang pertama. Vaksin Sinovac yang diberikan kepada tenaga kesehatan harus tersimpan di rantai dingin agar kualitas vaksin tetap terjaga.
Vaksin adalah produk biologis yang memiliki kerentanan pada perubahan suhu. Umumnya, vaksin perlu disimpan pada suhu 2-8°C dan suhunya harus terjaga saat didistribusikan.
Rantai dingin (cold chain) adalah proses menjaga suhu vaksin dikondisi idealnya sehingga kualitasnya tetap terjaga dari awal sampai pelaksanaan vaksinasi.
Rumah sakit Semen Gresik pada vaksinasi serentak tenaga kesehatan menyulap rumah dinas di belakang rumah sakit menjadi rumah vaksin.
Baca juga: Dapat Dukungan Menristek/Kepala BRIN, I Nose C-19 akan di Komersilkan Tiga Bulan Lagi
Menurut Ketua Satgas Covid-19 dan Rumah Vaksin RS Semen Gresik, dr A Asriningtyas, MARS keberadaan rumah vaksin untuk memastikan bahwa vaksin ini dalam kondisi steril. Selain itu rantai dingin sudah sesuai standar untuk vaksin.
"Lokasinya berada di belakang rumah sakit. Agar vaksin benar-benar steril di rumah vaksin. Tidak menjadi satu berada di dalam rumah sakit," ucapnya, Rabu (20/1/2021).
Langkah ini sekaligus mendukung pemerintah untuk vaksinasi serentak, seorang yang mendapatkan vaksin Covid-19 juga dapat melindungi orang-orang di sekitarnya, terutama kelompok yang sangat berisiko. Bila diberikan secara massal, vaksin Covid-19 juga mampu mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) dalam masyarakat.
"Pelayanan Rumah Vaksin yang buka Senin sampai sabtu adalah salah satu bentuk dukungan dan komitmen kami dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19, khususnya mensukseskan vaksinasi covid-19 di Gresik," tambahnya.
Dalam pelaksanaan penerimaan vaksin, screening pertama validasi data yaitu pendaftaran dan verifikasi dengan menunjukkan e-ticket dan bukti identitas lainnya
Screening kedua, petugas kesehatan melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik sederhana untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit penyerta.
Screening ketiga penerima vaksin diberikan dengan cara disuntik.
Screening keempat atau terakhir adalah observasi selama 30 menit untuk memonitor.
Menurut dr. Oktavianto dan bidan Mery, tenaga kesehatan pertama di RSSG yang menerima vaksin.
"Alhamdulilah, tidak merasakan efek samping apapun setelah menerima vaksinasi covid 19," terang dr. Oktavianto.
Penerima vaksin Sinovac akan diberikan sebanyak dua kali. Vaksin akan kembali diberikan untuk kedua kalinta dengan rentang jarak penyuntikkan 14 hari dari hari pertama. (wil)