Breaking News:

Virus Corona di Madiun

UPDATE CORONA di Madiun, Sehari Terjadi Penambahan 53 Pasien Covid-19

Dalam sehari, pada Rabu (20/1/2021) Dinas Kominfo Kota Madiun merilis terjadi penambahan sebanyak 53 kasus pasien Covid-19.

SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI - Dalam sehari, pada Rabu (20/1/2021) Dinas Kominfo Kota Madiun merilis terjadi penambahan sebanyak 53 kasus pasien Covid-19. 

Reporter: Rahadian Bagus I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Berdasarkan update terbaru virus corona, penambahan kasus Covid-19 di Kota Madiun semakin hari semakin meningkat.

Dalam sehari, pada Rabu (20/1/2021) Dinas Kominfo Kota Madiun merilis terjadi penambahan sebanyak 53 kasus pasien Covid-19.

"Hari ini, terdapat tambahan 54 kasus, dengan demikian jumlah konfirmasi di Kota Madiun sebanyak 740 kasus, dengan posisi 478 orang sembuh, 143 isolasi mandiri, 53 orang meninggal dunia bertambah satu orang," kata 
Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Diskominfo Kota Madiun, R Juvita Rosa.

Ia menuturkan, penambahan kasus konfirmasi Covid-19 pada hari ini berasal dari Kelurahan Taman, Rejomulyo, Pandean, Demangan, Manisrejo, Josenan, Kejuron, Mojorejo,  Manguharjo, Nambangan Kidul, Nambangan Lor 5, Madiun Lor, Sogaten, Winongo, Kartoharjo, Kanigoro, Kelun, Tawangrejo, Banjarejo, Ngegong, dan Oro-Oro Ombo.

Baca juga: Hubungan Asli Deva Istri Kedua Syekh Ali Jaber & Umi Nadia, Momen Suami Wafat, Yusuf Mansur: Kumpul

Baca juga: Kiwil Ngotot Tetap akan Poligami, Panggil Rohimah Bunda, Si Istri Langsung Sela Ucapannya: Tak Mau

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Madiun berupaya menambah ruang isolasi Covid-19. Sebab, ruang isolasi di dua tempat yakni Asrama Haji dan RSUD Sogaten sudah terisi penuh. 

Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan, selain fasilitas atau ruang isolasi yang sangat terbatas, tenaga medis di Kota Madiun juga mengalami keterbatasan.

Sebab, tidak sedikit tenaga medis yang terpapar dan harus isolasi, sementara pasien terus bertambah. 

Oleh sebab itu, Maidi mengimbau kepada warga Kota Madiun agar mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya memutus rantai penularan.

Warga juga memiliki kewajiban untuk menjaga kesehatan dirinya masing-masing dan keluarganya. 

‘’Kalau masyarakat acuh, kasus semakin banyak sedang SDM dan sarananya terbatas. Artinya, penanganan tak akan berjalan maksimal. Sekali lagi, ini tanggung jawab kita bersama. Paling tidak jaga diri sendiri dan keluarga agar tidak sampai tertular. Caranya, ya dengan disiplin protokol kesehatan,’’ imbuhnya.

Baca juga: Respons Pemkot Surabaya Terkait Wacana Perpanjangan PPKM, Whisnu Sebut Fokus Pemantauan

Baca juga: Tertangkap Penyebar Hoaks Kasdim Gresik Meninggal Usai Vaksinasi Covid-19, Pelakunya Pria 44 Tahun

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved