Breaking News:

Diduga Edarkan Sabu hingga Meresahkan Warga, Seorang Karyawan Swasta di Nganjuk Diamankan Polisi

Seorang karyawan swasta di Nganjuk diringkus polisi kedapatan membawa dan menyimpan narkotika jenis sabu.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Barang bukti klip plastik berisi sabu yang diamankan Satreskrim Polsek Nganjuk Polres Nganjuk. 

Reporter: Achmad Amru Muiz I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Seorang karyawan swasta di Nganjuk diringkus polisi kedapatan membawa dan menyimpan narkotika jenis sabu.

AIP (34) karyawan swasta warga Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk diamankan Satreskrim Polsek Nganjuk Polres Nganjuk.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti klip plastik berisi sabu total seberat 0,38 gram dan sejumlah sarana transaksi sabu.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP Rony Yunimantara menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka pengedar narkotika jenis sabu berawal dari diterimanya informasi dari masyarakat.

Dimana di Kelurahan Kauman Kecamatan Nganjuk Kota sering menjadi tempat transaksi peredaran sabu-sabu.

Baca juga: Maksimalkan Pencegahan Covid-19 di Nganjuk, Personel Gabungan Gelar Operasi, Jaring Pelanggar Prokes

"Informasi tersebut dilakukan tindaklanjut dengan penyelidikan jajaran Satreskrim Polsek Nganjuk," kata Rony Yunimantara, Kamis (21/1/2021).

Dari penyelidikan petugas, dikatakan Rony Yunimantara, diketahui pelaku pengedar narkotika jenis sabu di Kelurahan Werungotok. Saat itu, jajaran Satreskrim Polsek Kota melihat seseorang yang gerak-geriknya mencurigakan di salah satu rumah Kelurahan Werungotok.

Ketika didekati dan dilakukan penggeledahan terhadap pemuda tersebut ditemukan dua klip plastik poket sabu.

"Dua klip plastik poket sabu tersebut disembunyikan tersangka di saku baju jaket," ujar Rony Yunimantara.

Dalam pemeriksaan, ungkap Rony Yunimantara, tersangka mendapatkan sabu dari seorang temanya yang kini masih dalam pengembangan Satreskrim Polsek Nganjuk. Dan tersangka terancam dijerat dengan UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka terancam hukuman hingga 20 tahun penjara.

"Dan kami tetap mengharapkan warga untuk secepatnya memberikan informasi kepada petugas kepolisian terdekat apabila mengetahui atau menjumpai adanya transaksi narkoba di lingkunganya. Karena narkoba mengancam masa depan generasi muda bangsa," tutur Rony Yunimantara. 

Baca juga: BPBD Kabupaten Nganjuk Waspadai Banjir dan Tanah Longsor, Sebut Curah Hujan Meningkat 40 Persen

Baca juga: Dorong Pemberdayaan BUMDes, Dinas PMD Nganjuk Berencana Gunakan Aplikasi BUMDev

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved