Breaking News:

Dorong Pemberdayaan BUMDes, Dinas PMD Nganjuk Berencana Gunakan Aplikasi BUMDev

Dorong pemberdayaan BUMDes, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Nganjuk berencana pakai aplikasi BUMDev.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Dinas PMD Kabupaten Nganjuk gelar diskusi matangkan rencana penggunaan aplikasi BUMDev dalam upaya memaksimalkan pemberdayaan badan usaha milik desa, Selasa (19/1/2021). 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk matangkan rancangan konsep Badan Usaha Milik Desa Development Service (BUMDev).

Hal itu sebagai salah satu upaya Dinas PMD Kabupaten Nganjuk untuk lebih memberdayakan BUMDes dalam meningkatkan layanan dan kualitas badan usaha milik desa.

Kabid Pembangunan dan Kerjasama Desa Dinas PMD Kabupaten Nganjuk, Sudarno mengatakan, adanya aplikasi BUMDev tersebut, dapat menyelesaikan tiga masalah utama pengembangan BUMDes di Kabupaten Nganjuk.

Yakni minimnya pengetahuan soal BUMDes, terbatasnya keterampilan pengelola BUMDes, dan belum tersedianya alat bantu manajemen BUMDes.

"Tentunya dengan adanya aplikasi BUMDev maka tiga persoalan utama dalam pengembangan BUMDes tersebut bisa teratasi," kata Sudarno, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Tak Kantongi Izin Satgas Covid-19 dan Melanggar PPKM, Resepsi Pernikahan di Nganjuk Dihentikan

Baca juga: Terima 20 Ton Beras untuk Korban Gempa Sulbar dan Kalsel, Pemprov Jatim Juga Akan Bantu Rp 2 Miliar

Dijelaskan Sudarno, salah satu fitur dalam aplikasi BUMDev di antaranya untuk mengatasi masalah, seperti membantu pendaftaran lembaga BUMDes sehingga dapat divalidasi oleh pemerintah.

Selain itu, fitur dalam aplikasi BUMDev juga membantu siapapun untuk memperoleh akses informasi terkait bantuan dari pemerintah dan membantu proses pengelolaan keuangan, termasuk pembuatan laporan.

"Diharapkan dengan adanya aplikasi BUMDev tersebut nantinya BUMDes bisa lebih berkembang dalam pengembangan usaha di pedesaan," tandas Sudarno.

Baca juga: UPDATE CORONA di Kota Madiun Selasa 19 Januari 2021, PPKM Diterapkan, Terjadi Penambahan 30 Kasus

Baca juga: Kabupaten Nganjuk Zona Merah Covid-19, Satgas Tingkatkan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki mengatakan, pihaknya mendukung penuh perencanaan pembuatan aplikasi BUMDev.

Untuk itu, rencana tersebut secepatnya dilakukan kajian dan menetapkan penggunaan aplikasi tersebut.

"Kami menyambut baik inovasi aplikasi dari PMD tersebut, dan siap memberi dua dukungan. Yakni dukungan teknis berupa menyediakan subdomain dan server untuk database aplikasi serta dukungan publikasi promosi BUMDes," kata Slamet Basuki.

Rencana pembuatan inovasi aplikasi BUMDev tersebut, tambah Slamet Basuki, bisa sebagai langkah awal yang baik untuk pemulihan ekonomi untuk perkembangan di masyarakat.

Baca juga: Ponorogo Masuk Zona Merah Covid-19, Kadinkes Sebut Penularan Klaster Keluarga Tinggi

Baca juga: Tinjau Pasar Pon Trenggalek, Kementerian PUPR Segera Serah Terimakan Bangunan ke Pemkab

Baca juga: Hemat di Ongkos, Petani di Kediri Membuat Sendiri Bokasi, Pupuk Organik yang Manfaatkan Kotoran Sapi

Diharapkan dengan adanya aplikasi tersebut bisa mensuport Bumdes dari tingkat pusat hingga tingkat kabupaten.

"Bumdes sendiri harus dibudayakan, pemulihan ekonomi dan desa harus benar-benar berkibar di tahun ini serta harus bisa terakumulasi," tutur Slamet Basuki.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved