Breaking News:

Masuk Zona Kuning, Kota Batu Tak Buru-buru Belajar Tatap Muka

Kota Batu tidak terburu-buru menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM), meskipun Kota Batu masuk kategori zona kuning Covid-19. Wali Kota Batu

Penulis: Benni Indo
Editor: Januar Adi Sagita
SURYA/BENNI INDO
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. 

Reporter: Benni Indo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Kota Batu tidak terburu-buru menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM), meskipun Kota Batu masuk kategori zona kuning Covid-19. Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko beralasan, indikator warna kuning baru saja didapat Kota Batu.

Dewanti tak ingin memaksakan sebelum mengetahui perkembangan dalam tiga bulan ke depan. Untuk itu, ia meminta kepada orang tua wali murid agar bersabar.

"Kalau bisa bertahan satu sampai dua bulan atau bahkan bisa masuk zona hijau, maka kami sangat percaya diri dan pastinya akan meminta ke Disdik seger dimulai pembelajaran tatap muka," seru Dewanti.

Baca juga: Bangunan Sekolah SDN Mojolebak di Kabupaten Mojokerto Ambruk, Simak Pengakuan Saksi

Dewanti memahami keinginan para orangtua supaya anaknya dapat kembali bersekolah. Dia juga meminta supaya masyarakat tidak berpikiran bahwa guru tidak bekerja selama pandemi Covid-19. 

"Ini pertaruhannya anak di masa depan seumur hidup, tetapi kita harus maklum," katanya.

Meski hasil survei menunjukkan mayoritas wali murid ingin aktivitas belajar mengajar dilakukan normal, namun hal itu bukan indikator dilaksanakannya PTM. Dewanti berujar, survey juga harus memperhatikan kesiapan fasilitas pencegahan Covid-19.

"Serta para guru harus di rapidtest," katanya. 

Sekolah yang sudah diberikan rekomendasi untuk pembelajaran tatap muka yakni SDN Gunungsari 04. Pertimbangannya karena daerah tersebut warganya kesulitan mengakses sinyal internet sehingga pembelajaran daring tidak dapat berjalan maksimal. Lalu dari Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Malang-Batu ada 3 sekolah yang telah diperbolehkan PTM yaitu SMA Al-Izzah, SMKN 02 Batu dan SLB Negeri.

Kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi penentu untuk menekan resiko tingkat penularan hingga mencapai zona hijau. Sehingga status zona kuning yang ditetapkan saat ini, bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dengan kedisplinan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved