Breaking News:

Kisah Gus Dur Temukan Makam Leluhurnya di Hutan Banyuwangi

Bahkan di pelosok hutan pun Gus Dur bisa menemukan makam Auliyah yang juga masih leluhurnya, sepert di Hutan Jati di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendengarkan pertanyaan wartawan saat menyampaikan Catatan Kritis Akhir Tahun di Jakarta, Selasa (26/12/2006). 

Seiring berjalannya zaman, areal pemakaman yang banyak ditumbuhi pohon Klampis hitam ini terlantar. Hingga akhirnya pada 1996, jejak sejarah tanah Jawa itu kembali 'ditemukan'.

"Yang menemukan (kembali) makam itu yakni Muhammad Said Abu Bakar Sabitullah. Beliau ahli waris dari Syekh Mulyo," jelas Edy Yanto, salah satu tokoh yang turut melestarikan makam Syekh Mulyo.

Namun, pada saat itu warga masih belum mengetahui siapa gerangan pemilik makam tersebut.

Hingga akhirnya, Muhammad Said Abu Bakar melakukan penelusuran bersama sejumlah temannya.

Said didampingi Gus Safik, pengasuh Ponpes Mambaus Salam Tulungagung, pergi menuju rumah Gus Dur di Ciganjur.

Video Gus Dur menjawab alasan membubarkan Kemensos
Gus Dur (Twitter/GUSDURians)

Gus Dur sendiri dikenal sebagai arkeolog spesialis makam tokoh sejarah.

"Datanglah Gus Safik dan rekannya ke rumah Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan. Waktu itu Gus Dur baru saja jadi Presiden," katanya.

Rombongan Gus Safik saat datang sempat ditolak oleh ajudan Gus Dur.

Tak dinyana, justru Gus Dur keluar dari pintu rumah dan langsung memanggil Gus Safik bersama rombongannya.

"Herannya, sebelum teman2 sampaikan maksud kedatangannya, ternyata Gus Dur sudah tahu dulu jika mereka akan bertanya tentang makam," tambah Edy lagi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved