Breaking News:

Juragan Kos dan Toko Kelontong Berhasil Bertahan Setelah Ikuti Program Digitalisasi Grab Indonesia

Juragan kos dan toko kelontong di Surabaya berhasil bertahan di tengah pandemi setelah ikuti program digitalisasi yang diluncurkan Grab Indonesia.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM/GRAB
Nurul Alifah, pemilik toko kelontong SRC Tiara di kawasan Padmosusastro Surabaya yang sudah menjadi mitra merchant GrabMart, 2021. 

Reporter: Sri Handi Lestari | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Program digitalisasi yang diluncurkan Grab Indonesia berhasil membawa usaha Nurul Alifah bertahan di tengah pandemi Covid-19 (virus Corona) yang telah berjalan hampir satu tahun ini.

Juragan kos sejak tahun 2000 dan toko kelontong modern sejak tahun 2015 ini, harus gigit jari saat usahanya sepi mulai Maret hingga Juni 2020 lalu.

"Kos tidak ada yang sewa. Jualan di toko kelontong juga sepi," kata Nurul, saat menceritakan dampak pandemi yang dialaminya, Senin (25/1/2020).

Namun mulai Juni 2020, Toko SRC Tiara di kawasan Padmosusastro Surabaya ini bergabung menjadi mitra merchant GrabMart.

"Karena saya berpikir digitalisasi akan membantu saya menjangkau lebih banyak pelanggan dan bisa menjual lebih banyak barang," ungkap Nurul.

Baca juga: Grab Luncurkan 7.000 Armada GrabCar dan GrabBike Protect di Jawa Timur, Dukung Mobilitas Warga

Baca juga: Entrepreneur dan F&B Counsultant Chris Albion Ingin Terus Kembangkan Kuliner Tradisional Nusantara

Hasilnya, sejak bisa berjualan secara online, pihaknya tetap bisa membantu suami memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anak.

"Selain itu, saya juga bisa merenovasi toko menjadi lebih besar,” tambahnya.

Nurul mengaku sangat terbantu dengan fitur dalam aplikasi GrabMerchant yang mudah digunakan dan ia bisa langsung membeli barang-barang yang habis di toko langsung dalam aplikasi.

"Kini kamar kos sudah tidak bisa memberikan sumbangsihnya lagi karena tidak ada penyewa. Tapi saya bisa mengembangkan toko kelontong ini dan cukup berhasil," tandas Nurul.

Baca juga: Nyaris Setahun Sepi Kerjaan, Pemandu Wisata Bondowoso Banting Setir Usaha Katering dan Dagang Online

Baca juga: Bisnis Jual Beli Tanah di Kabupaten Malang Saat Pandemi Covid-19 Masih Bertumbuh

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved