Breaking News:

Mengolah Kulit Pisang Jadi Kerupuk, Perempuan Asal Lumajang Kewalahan Layani Orderan Anak Jokowi

Toyibatur Rochmah warga Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian Lumajang sudah empat tahun punya bisnis macam-macam olahan pisang.

SURYA/Tony Hermawan
Toyibatur Rochmah asal Lumajang saat melakukan pengolah kerupuk pisang, Senin (25/1/2021). 

Reporter: Tony Hermawan I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Menjadi hal Lumrah jika banyak masyarakat lokal Lumajang yang dikenal Kota Pisang punya bisnis macam-macam olahan pisang.

Satu di antaranya yaitu Toyibatur Rochmah warga Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian. Empat tahun sudah, wanita 39 tahun ini punya bisnis macam-macam olahan pisang. Mulai dari keripik, madu mongso, tape, steak, dan lain-lain. Sedikitnya ada 20 produk yang dihasilkan dari bahan baku buah pisang.

Saat mengolah pisang jadi produk-produk camilan atau makanan ringan tentu pisang dikupas terlebih dahulu.

Daging buah pisang yang dimanfaatkan, jelas menyisakan kulit yang pasti berakhir menjadi sampah. Paling-paling jadi makanan ternak. 

Tapi di tangan Toyibatur, kulit pisang ternyata bisa dikonsumsi menjadi kerupuk enak dan gurih.

Baca juga: Sosok Suami Baru Yuni Shara, Akhiri Status Janda 12 Tahun? Mayangsari Kaget: Oh Ya Ampun Banyaknya

Baca juga: Tekan Sebaran Corona, Satgas Covid-19 Surabaya Bakal Assesment Perkantoran Secara Berkala

"Awalnya saya searching google cari manfaat kulit pisang ternyata nutrisinya sangat lengkap dan bisa dikonsumsi. Akhirnya coba bikin," kata Toyibatur, Senin (25/1/2021).

Ekseperimen dari coba-coba itu rupanya hasilnya tak bisa dipandang sebelah mata. Setahun menjual kerupuk kulit pisang, produknya sampai diminati putra Presiden Joko Widodo, yaitu Kaesang Pangarep.

"Jadi saya kan punya kenalan dosen di UNEJ, beliau kenal sama Kaesang. Ternyata sama teman saya, kerupuk pisang ini dikirimkan ke Kaesang. Lah kok tertarik langsung pesan banyak," ujarnya.

Katanya, dalam sebulan ini saja ia harus mengirim kerupuk pisang buatannya ke Kaesang sampai 500 kilogram. Selanjutnya di bulan-bulan berikutnya, harus rutin mengirim 300 kilogram.

Halaman
12
Penulis: Tony Hermawan
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved