4 Indikator Bawa Lamongan Tidak Perpanjang PPKM, Tingkat Kematian hingga Kesembuhan Pasien Covid-19
Sebanyak 17 Kabupaten di Jawa Timur Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
Reporter: Hanif Manahuri: | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Sebanyak 17 Kabupaten di Jawa Timur Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang.
Sementara di Kabupaten Lamongan dipastikan bukan menjadi bagian daerah yang wajib memperpanjang PPKM.
Ada 4 indikator yang menjadikan Lamongan tidak masuk sebagai daerah yang PPKM-nya diperpanjang
"Ya, PPKM di Lamongan tidak diperpanjang," kata Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan, dr Taufik Hidayat, Rabu (27/1/2021).
Baca juga: Vaksin Tiba di Banyuwangi, Vaksinasi Dimulai Kamis 28 Januari 2021
Dengan demikian, Kabupaten Lamongan tidak termasuk dalam daftar daerah yang melaksanakan PPKM Jawa-Bali Jilid II, yang telah diberlakukan mulai Selasa (26/1/2021) hingga 8 Februari mendatang.
Menurutnya, ada 4 indikator yang menjadi dasar bahwa PPKM di Lamongan tidak diperpanjang, yaitu tingkat penggunaan tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate(BOR), tingkat kematian, kesembuhan serta pasien aktif.
Dari keempat indikator tersebut, Lamongan sudah baik. Untuk BOR, berada di angka 36 persen, tingkat kematian 6,91 persen, kesembuhan 88,68 persen, sedangkan pasien aktif 4,41 persen.
Taufik mengatakan, meski saat ini Kabupaten Lamongan tidak termasuk daerah yang melaksanakan PPKM, namun pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.
Masyarakat juga tidak boleh abai, termasuk warung -warung selama ini disinyalir menjadi konsentrasi konsumen.
Usaha yang biasa jadi cangkrukan harus memperketat tatanan baru, yakni menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir.
Mengatur jarak tempat duduk, penjual, pelayan harus memakai masker.
" Tiga M harus dipatuhi yakni, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan tetap menjadi hal yang paling penting untuk mencegah penularan Covid-19," pungkas Taufik.(Hanif Manshuri)