Ngaji Gus Baha
Gus Baha Kunjungi Jember Nikmati Durian Di Pinggir Jalan
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha' namanya terus viral di jagad media sosial (medsos) maupun di dunia nyata terutama ba
Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
Penulis : Yoni Iskandar | editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha' namanya terus viral di jagad media sosial (medsos) maupun di dunia nyata terutama bagi kalangan Nahdliyin.
Bahkan kalangan mahasiswa maupun kalangan intelektual serta kalangan akademisi saat ini .
Kita ketahui Gus Baha' adalah salah satu ulama Nahdlatul Ulama yang berasal dari Rembang. Gus Baha' dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar al-Qur'an. Ia merupakan salah satu murid dari ulama kharismatik, K.H. Maimun Zubair.
Kendati sebagai Kiai yang sangat terkenal, Gus Baha' ternyata suka humor, bahkan setiap mengaji dihadapan ribuan jamaah Gus Baha' selalu pengajiannnya diisi dengan humor-humor segar.
Kisah ini ini saya ambil dari Cak Muhaimin teman dari penulis sendiri, yang juga orang dekat Gus Baha'. Cak Muhaimin ini istilahnya Sopir Gus Baha' jika Baha di Jawa Timur.
Kemanapun Gus Baha' mengisi pengajian, maka Cak Muhaimin yang juga Owner dari Smartindo in Cooperation With Dongwon Korea, akan mengantarkan Baha' di tempat pengajian.
Baca juga: Gus Baha : Kalau Tidak Mampu Naik Haji, Bisa Memberi Uang Saku ke Orang Yang Pergi Haji
Baca juga: Gubernur Khofifah Ucapkan Selamat atas Dilantiknya Kapolri Listyo Sigit
Baca juga: Veronica Tan Kini Jualan Burger Rp200 Ribu, Sibuk Tak Mau Berpangku Tangan Pasca Cerai dari Ahok
Tahun lalu Gus Baha' saat mengisi acara di Haul KH Achmad Shiddiq (Mantan Rois A'am PBNU) yang juga ayahanda dari Gus Firjoun, Wakil Bupati Jember terpilih saat ini.
Menurut keterangan Cak Muhaimin kepada penulis (Yoni Iskandar), ia menjemput Gus Baha' di Terminal Purabaya (Bungurasih-Sidoarjo. Ternyata Gus Bahak berserta adiknya dari Rembang, Jawa Tengah menumpang bus umum menuju terminal Bungurasih sekitar pukul 12-an siang.
Saat itu Gus Baha' berencana mampir dulu ke Pondok Sidogiri Pasuruan (kediaman istrinya atau rumah mertuanya.
"Setelah saya jelaskan ke Gus Baha' kalau perjalanan ke Jember ditempuh kurang lebih 4 jam, Gus Baha' sempat kaget, karena kabupaten jember sama jauhnya dengan Situbondo. Akhirnya diputuskan tidak mampir ke Pasuruan (Ponpes Sidogiri) dan langsung lewat jalan tol turun di Leces, Probolinggo," ujar pengusaha yang juga murah senyum ini.
Setelah berjam jam menyusuri jalanan, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan memasuki Kabupaten Jember sekitar pukul 16. 15 sore, Gus bahak meminta untuk berhenti sejenak mencari masjid.
"Seperti biasanya, sebelum nyampe arena acara kebiasaan beliau berhenti di masjid terdekat untuk ke toilet, wudlu sholat sunnah atau kalau pas waktunya ya menjamak qoshor sholat wardlu kadang juga nderes Quran sebentar. Tapi cari masjid yang sepi biar gak direpoti para muhibbin minta selfie. Seperti sampeyan iki cak Yoni he he," kelakar Cak Muhaimin.
Setelah, itu menurut Cak Muhaimin perjalanan dilanjutkan kembali, saat mendekati Kota jember, Gus Bahak minta berhenti.
"Ternyata saya diminta mencari penjual durian, sebab sepanjang perjalanan menuju Jember dan masuk kota Jember, banyak orang yang jualan durian. Tidaka jauh dari situ ada penjual durian dan saya langsung berhenti pesan dua durian yang besar-besar," paparnya.