Virus Corona

Ketersediaan Plasma Darah Konvalesen di Jatim Rendah, PMI Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Pendonor

Ketersediaan plasma darah konvalesen di Jawa Timur terbilang rendah. PMI ajak pennyintas Covid-19 jadi pendonor.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Satu di antara penyintas Covid-19 yang melakukan donor plasma konvalesen di PMI Kota Kediri, Kamis (21/1/2021). 

Reporter: Luhur Pambudi | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kebutuhan plasma darah untuk Terapi Plasma Konvalesen sebagai metode penyembuhan pasien virus Corona ( Covid-19 ) terus meningkat.

Sayangnya, ketersediaan plasma darah konvalesen di Jawa Timur terbilang rendah.

Berdasarkan catatan Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim, daftar antrean permintaan plasma konvalesen di Jatim mencapai 288 orang pada Kamis (21/1/2021).

Baca juga: 4.400 Dosis Vaksin Covid-19 Tiba di Tulungagung, Vaksinasi Dimulai Besok Kamis 28 Januari

Baca juga: Forkompimda Kota Kediri Suntik Vaksin Covid-19 Hari Ini, Dimulai Wali Kota Abdullah Abu Bakar

Kota Surabaya menempati urutan pertama sebagai daerah dengan pemintaan tertinggi plasma konvalesen, dengan jumlah 89 orang antrean permintaan.

Bahkan, data terakhir sudah mencapai angka 100an.

Sekretaris PMI Jatim, Edy Purwinarto tak menampik bahwa rendahnya partisipasi masyarakat, terutama para penyintas Covid-19 untuk donor plasma konvalesen dilatarbelakangi oleh sejumlah sebab.

Pertama, karena keengganan para penyintas Covid-19 mendonorkan darahnya karena takut atau minim informasi.

Kedua, karena panjang dan ketatnya syarat seorang penyintas Covid-19 laik darahnya diambil sebagai bahan terapi plasma konvalesen.

Baca juga: EKSLUSIF, Tanya Jawab Terapi Plasma Konvalesen dengan Kepala ICU Covid-19 RSUD dr Soetomo Surabaya

Baca juga: Vaksin Tiba di Banyuwangi, Vaksinasi Dimulai Kamis 28 Januari 2021

“Ini perlu ada edukasi mereka penyintas untuk mendonorkan darah. Bisa jadi (kantor) media ini, jadi jujukan masyarakat penyintas Covid-19, melakukan donor,” ujarnya saat berkunjung ke Surya, Kamis (21/1/2021).

Guna mendongkrak partisipasi para penyintas Covid-19 untuk mendukung gerakan mendonor darah plasma konvalesen, Edy mengaku telah melakukan sejumlah siasat dan skenario.

Mulai dari gencar melakukan sosialisasi juga edukasi melalui media sosial, hingga  koordinasi dengan direktur seluruh rumah sakit (RS) yang menangani pasien Covid-19.

“Kami ingin data yang bisa kami lakukan pendekatan nanti.  Dengan demikian yang pertama adalah menyangkut masalah calon pendonornya atau  penyintas Covid-19. Penyintas juga tidak selalu, kalau 100, lalu semuanya, tapi masih ada tahapan-tahapan,” tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved