Breaking News:

18 Tahun Tinggal Berdekatan Sungai Bedadung Jember, Baru Kali Ini Diterjang Banjir

Kurdi, warga RW 22 Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates, tidak pernah menduga, rumahnya akan kebanjiran Sungai Bedadung. Lelaki yang sudah tinggal

TribunJatim.com/ Sri Wahyunik
Dampak banjir di Sungai Bedadung, Jember 

Reporter: Sri Wahyunik | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kurdi, warga RW 22 Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates, tidak pernah menduga, rumahnya akan kebanjiran Sungai Bedadung. Lelaki yang sudah tinggal 18 tahun di tempat itu, baru kali ini merasakan, rumahnya kemasukan air sampai sekitar 1 meter.

"Baru sekarang ini kebanjiran setelah tinggal 18 tahun di sini. Makanya, kemarin tetangga yang rumahnya terletak di bawah rumah saya, menitipkan barang ke teras rumah. Ternyata rumah saya juga kebanjiran," ujar Kurdi.

Rumah Kurdi dibangun berpondasi tinggi, lebih tinggi daripada rumah tetangganya. "Pernah Sungai Bedadung banjir, dan naik, tetapi hanya di lorong situ," ujarnya sambil menunjuk depan rumahnya.

Baca juga: Kota Malang Kembali Dapat Tambahan Jatah 14.080 Vaksin Covid-19

Banjir melanda kawasan RW 22 dan juga RW 26, serta sejumlah RW di Kelurahan Kepatihan sekitar pukul 18.00 Wib. Warga tidak menduga, Sungai Bedadung meluap disertai arus desa dan material lumpur.

"Saya juga tidak sempat menyelamatkan barang-barang. Akhirnya ya basah semua," imbuh Kurdi.

Lumpur di sejumlah gang kecil di dekat rumah Kurdi terbilang tinggi, sampai setengah lutut orang dewasa.

Petugas dan warga harus menyemprot lumpur yang berada di dalam sejumlah rumah. Sebuah truk juga mengangkut sampah dari rumah warga terdampak banjir, Sabtu (30/1/2021).

Sementara itu, keluarga Sofyan yang tinggal di bantaran Sungai Bedadung di sisi bawah samping Jembatan Jl Sumatra dan Gladak (jembatan) Kembar, memilih membongkar rumah mereka. Rumah permanen itu sebagian sudah longsor digerus air.

"Kemarin sekitar pukul 16.00 Wib, air besar dari arah atas Antirogo. Di rumah ada lima orang. Kami semua memilih menyelamatkan diri, yang penting nyawa selamat," ujar Sofyan.

Rumah yang dia tinggali berama kedua orang tua dan dua orang adiknya itu, separo longsor di bagian depan. Sedangkan bagian belakangnya juga nyaris longsor.

"Sebab di belakang rumah saya itu ada musala, sudah habis dibawa air. Kalau tetangga, dapurnya yang dibawa air. Karena rumah sudah tidak aman, jadi sekalian dirobohkan," ujar Sofyan.

Keluarganya kini akan mencari rumah kontrakan untuk tempat tinggal sementara. Dia mengakui, jika keluarganya tinggal di bantaran sungai itu. Namun, dulunya orang tuanya membeli rumah itu dari seseorang.

Warga yang tinggal di seputaran Gladak Kembar, juga beberapa RW di Kelurahan Kepatihan, merupakan sebagian kecil dari ratusan warga yang terdampak banjir Sungai Bedadung, Jumat (30/1/2021) malam.

Kini warga bergotong royong membersihkan material lumpur dan kotoran yang terbawa air banjir, Sabtu (30/1/2021).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved