Breaking News:

Intip Sistem Sharing Provit Wana Wisata Desa Kembangbelor, Dongkrak Ekonomi Warga di Tengah Pandemi

Pemerintah Desa Kembangbelor kembangkan Wana Wisata Bernah De Vallei dnegan sistem sharing provit. Dongkrak perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Suasana Wana Wisata Bernah De Vallei di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. 

Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pemerintah Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto melibatkan seluruh masyarakat untuk mengembangkan Wana Wisata Bernah De Vallei yang berkonsep ekowisata pemandangan alam asri.

Pembuatan Wana Wisata Bernah De Vallei tersebut sepenuhnya murni dari swadaya masyarakat, tanpa campur tangan dana Bantuan Keuangan Desa (BKD).

Pengelolaan wisata ini berbasis sistem sharing profit yaitu pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Waspadai Gejala Virus Nipah, Penyakit yang Diduga Pandemi Baru, Hasil Studi: dari Kelelawar Buah

Baca juga: RS Siloam Cito Siap Beroperasi di Surabaya, Taraf Internasional, Lengkap Fasilitasi Pasien Covid-19

Khusus diperuntukkan bagi warga ber-KTP Desa Kembangbelor dapat berinvestasi dalam bentuk saham usaha disektor pariwisata.

Sistem Sharing Profit ini bertujuan untuk mendongkrak perekonomian warga setempat di tenaga situasi sulit selama pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

"Adanya Wana Wisata ini diharapkan bermanfaat dapat menciptakan peluang usaha dan sekaligus menghidupkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah)," ungkap Kepala Desa Kembangbelor, Muhtar Efendi di lokasi Wana Wisata Bernah De Vallei, Sabtu (30/1/2021).

Muhtar mengatakan, berdasarkan data sementara, 600 warga setempat sudah berinvestasi dalam Wana Wisata dan berpotensi akan bertambah lantaran kini pembangunan masih sekitar 30 persen.

Jumlah dana investasi yang terkumpul dalam pembangunan tahap pertama Wana Wisata Bernah De Vallei berjumlah sekitar Rp 800 juta.

Baca juga: Pantas Virus Covid Tak Hilang, Terbongkar Gelagat Aneh China, Warga Dibungkam, WHO: Pemerintah Gugup

Baca juga: Banyuwangi Terima Lagi 5.880 Dosis Vaksin Covid-19, Siap Laksanakan Vaksinasi Tahap 2

Pemdes mengutamakan asas berkeadilan yakni membatasi investor warga lokal maksimal 10 tiket dalam bentuk saham untuk Sharing Profit. Sedangkan, satu tiket per lembar saham nilai investasi berharga Rp1 juta.

"Warga yang berinvestasi dapat mengambil berkala setiap satu bulan namun sesuai kesepakatan, karena ini masih awal maka pembagian Sharing Profit dilakukan enam bulan dan jika dihitung perlembar saham Rp.1 juta memperoleh sekitar Rp.46 ribu perbulan," bebernya.

Menurut dia, Wana Wisata Bernah De Vallei ini menempati lahan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) kawasan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan seluas 19,7 Hektare.

Fasilitas penunjang di lokasi wisata yaitu dua kolam renang dilengkapi seluncuran, taman bermain, Foodcourt, tempat parkir roda dua dan kamar mandi atau toilet.

"Ada 68 pekerja di Wana Wisata Bernah De Vallei yang semuanya adalah warga lokal dan pemuda karang taruna, kami Pemdes selalu mendukung pengembangan disektor pariwisata karena dapat mendongkrak perekonomian masyarakat secara jangka panjang," ucap Muhtar.

**Wana Wisata Bernah De Vallei Disokong Dari 3 Sumber Mata Air**

Destinasi Wana Wisata Bernah De Vallei  di lembah Desa Kembangbelor ini memiliki wahana kolam renang yang didukung pesona pemandangan alam asri berupa rimbunan pohon pinus dan sungai alami berair jernih.

Manager Marketing Wana Wisata Bernah De Vallei, Munif Arifin (41) mengatakan saat ini kolam renang dijadikan wahana utama sebagai daya tarik untuk memikat wisatawan datang berkunjung di Wana Wisata Bernah De Vallei tersebut. Apalagi, 

Metersediaan air yang melimpah sehingga menjadikan kolam renang ini berbeda  dengan tempat lain.

"Ada tiga sumber mata air untuk keperluan kolam renang yaitu mata air Kemado, mata air Karanglo dan mata air Bernah yang baru ditemukan," ujarnya, Sabtu (30/1/2021).

Apalagi sumber mata air di kawasan wisata ini sudah lama diketahui dapat langsung diminum.

Bahkan, dia mengklaim kualitas kemurnian air di sini melebihi dari air botol kemasen bermerek.

Pihaknya, juga menyediakan kendi tanah liat menampung sumber air mata untuk langsung diminum oleh para pengunjung wisata.

"Ya memang air disini jernih bisa langsung diminum saya jamin tidak apa-apa bahkan kualitasnya tidak kalah dengan air minum kemasan botol," ucap Munif.

Munif menyebut Wana Wisata Bernah De Vallei yang dibangun di lembah dengan ketinggian sekitar 500 M.Dpl tersebut tanpa menebang pohon sehingga tidak merusak vegetasi.

Pihaknya, tetap mempertahankan keaslian kontur tanah dan bebatuan asli dari alam hanya sedikit  memoles untuk menjadikannya indah agar sedap dipandang.

Harga tiket masuk di Wana Wisata Bernah De Vallei yaitu Rp.7000 yang masih diskon 30 persen menjadi Rp.5000 selama Soft Opening.

Sedangkan, harga tiket masuk kolam renang Rp.10.000 yang kini diskon 50 persen menjadi Rp.5.000.

"Jadi pembangunan Wana Wisata Bernah De Vallei ini tidak merubah sama sekali asli dari alam, tidak menebang pohon dan tidak menganggu saluran irigasi justru kita menambah debit air karena memakai tiga sunber mata air," terangnya.

Menurut dia, pembangunan Wana Wisata Bernah De Vallei akan terus berlanjut untuk melengkapi fasilitas penunjang dan wahana Camping Ground, Adventure Trail, Jungle Trekking tracking, Downhill, Taman Kelinci, Outbound, wisata petik buah strawberry dan lainnya.

Persoalan Safety dampak lingkungan dan rawan bencana pihaknya meninggikan kontruksi jembatan mengantisipasi luapan air sungai dan sudah menyediakan jalur evakuasi di lokasi wisata.

Dia berharap Wana Wisata Bernah De Vallei dapat berkembang menjadi percontohan sebagai wisata desa mandiri.

"Kami berupaya menjadi desa percontohan, sebagai wisata desa mandiri karena memang punya potensi pariwisata yan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat," cetusnya.

**Peran Pemerintah Daerah Dimasa Mendatang**

Calon Wakil Bupati Mojokerto Terpilih, Muhammad AlBarra mengatakan pihaknya akan mewujudkan pengembangan desa-desa wisata yang mempunyai potensi disektor pariwisata sesuai program sewaktu kampanye.

"Seperti di Desa Kembangbelor ini yang merupakan desa wisata sehingga berpotensi untuk dikembangkan. Karena memang salah prioritas peningkatan perekonomian di Kabupaten Mojokerto adalah pengembangan disektor pariwisata," tuturnya.

Gus Barra menambahkan petensi wisata di Kabupaten Mojokerto sebagian besar merupakan destinasi pariwisata alam. 

Kemudiam, potensi lain semisal wisata budaya peninggalan Kerajaan Majapahit seperti candi di Trowulan.

"Harapannya nanti setelah Pandemi Covid-19 selesai kita kemudian berbenah untuk perbaikan fasilitas, penambahan wahana wisata khususnya wisata-wisata desa karena ini berdampak positif langsung pada masyarakat yang akan kita kembangkan," tandasnya. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved