Breaking News:

Purnoaji Penyandang Disabilitas di Blitar Sukses Tekuni Usaha Kerajinan Truk Mainan dari Limbah Kayu

Purnoaji, penyandang disabilitas di Kota Blitar yang sukses menekuni usaha kerajinan truk mainan dari limbah kayu.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Purnoaji sedang merakit truk mainan di rumahnya, di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Rabu (3/2/2021). 

"Kalau semua bahan sudah siap, proses perakitannya cepat. Yang lama pengolahan kayu sama pengecatan. Karena untuk pengecatan harus menunggu kering. Apalagi musim hujan, nunggu keringnya bisa berhari-hari," katanya. 

Untuk pemasaran, Purnoaji punya pengepul yang mengambil hasil kerajinannya. 

Pengepul itu memasarkan kerajinan truk mainan miliknya ke luar kota mulai Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Jombang, bahkan sampai Bali. 

Untuk truk mainan ukuran tanggung dijual ke pengepul dengan harga Rp 50.000-Rp 60.000 per biji dan truk mainan ukuran jumbo dijual Rp 80.000-Rp 100.000 per biji. 

Dalam sebulan, dia rata-rata mendapat pesanan 150 sampai 200 biji truk mainan. 

"Kalau omzet per bulan antara Rp 10 juta sampai Rp 14 juta," ujarnya. 

Di masa pandemi Covid-19 (virus Corona) ini, usaha kerajinan truk mainan milik Purnoaji masih lancar. 

Dia tetap mendapatkan pesanan kerajinan truk mainan dari pengepul. 

"Awal-awal pandemi memang sempat surut, karena lockdown. Pengepul kesulitan memasarkan barang ke luar kota. Tapi, sekarang sudah normal lagi," katanya. 

Purnoaji sebenarnya pernah merekrut empat pekerja untuk membantu membuat kerajinan truk mainan miliknya. 

Dia mengajak beberapa pemuda yang masih menganggur di lingkungan tempat tinggalnya untuk bekerja di tempat usahanya. 

Tetapi, hasil produksinya malah tidak maksimal. Akhirnya Purnoaji bekerja sendiri dengan dibantu istri. 

"Pekerja yang saya ajak rata-rata bujangan, kerjanya kurang disiplin. Bayangan saya, dengan nambah pekerja, produksi semakin meningkat. Ternyata sebaliknya, tidak mencapai target. Saya malah tekor karena biaya produksi tambah banyak," ujarnya. 

Bagi Purnoaji, modal utama memulai sebuah usaha adalah niat dan tekad. 

Keterbatasan fisik dan modal minim bukan menjadi penghalang untuk orang sukses berusaha. 

"Modal saya membuka usaha hanya niat dan tekad. Modal uang memang butuh, tapi bagi saya itu hanya penunjang. Modal besar kalau tidak ada niat dan tekad akan gagal," katanya. 

Purnoaji juga berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap para perajin di Kota Blitar

Pemerintah bisa memfasilitasi pelatihan dan pemasaran untuk produk para perajin di Kota Blitar

"Kota Blitar bisa dibilang kota wisata sejarah, karena ada Makam Bung Karno. Ini peluang untuk meningkatkan ekonomi, apalagi di Kota Blitar banyak perajin. Selama ini, para perajin jalan sendiri-sendiri," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved