Virus Corona di Jember
2 Hari Digelar Massal, Vaksinasi Covid-19 Sinovac Dosis Pertama di Kabupaten Jember Rampung
Vaksinasi Covid-19 Sinovac di Kabupaten Jember rampung. 2 hari digelar massal di Aula PB Soedirman Kantor Pemkab Jember.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Hefty Suud
Penulis : Sri Wahyunik | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember merampungkan vaksinasi bagi tenaga kesehatan.
Vaksinasi virus Corona ( Covid-19 ) Sinovac yang sudah selesai ini merupakan dosis pertama.
Salah satu cara yang ditempuh untuk menuntaskan vaksinasi itu adalah melalui vaksinasi massal di Aula PB Soedirman Kantor Pemkab Jember selama dua hari berturut.
Berdasar data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, jumlah tenaga kesehatan yang datang ke fasilitas layanan kesehatan sebanyak 8.274 orang.
Dari jumlah itu, sebanyak 6.481 orang sudah divaksin, atau 78,33 persen.
• dr Tirta Kritik Jam Malam Selama PPKM Tidak Efektif: Virus Corona Keluarnya Bukan Malam Hari
• Asyik Karaokean Volume Kencang, Ibu Histeris Lihat 2 Anaknya Tewas Tenggelam di Lubang Septic Tank
"Kalau melihat data, angka vaksinasi di Jember terbilang tinggi, bahkan lebih dari target nasional 70 persen," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jember, Gatot Triyono, Kamis (4/2/2021).
Vaksinasi tenaga kesehatan dilakukan oleh vaksinator dari 50 Puskesmas di Kabupaten Jember dan RSD dr Soebandi Jember.
Vaksinasi dilakukan di fasilitas layanan kesehatan, juga dilakukan di Aula PB Soedirman Jember selama dua hari terakhir.
“Para nakes yang tidak bisa hadir atau ditunda penyuntikan vaksinnya mendapatkan panggilan untuk ikut vaksinasi di Aula PB Soedirman,” imbuh Gatot.
• Curah Hujan Tinggi Potensi Sebabkan Tanah Longsor di Malang Barat, Begini Solusi Dinas PU SDA
• Alasan Ibu Kandung Rela Anak Gadis Layani Ayah & Direkam: Nurut, Awal Dipaksa Lihat Hubungan Badan
Gatot menjelaskan, vaksinasi Covid-19 itu akan diberikan dua kali dengan rentang waktu 14 hari sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan RI.
Vaksinasi yang dimulai sejak 27 Januari lalu merupakan penyuntikan dosis pertama.
Sesuai jadwal, dosis kedua mulai diberikan kepada para nakes pada 10 Februari 2021.
Vaksinasi ini masih diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan.
Gatot menambahkan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut untuk vaksinasi selanjutnya yang rencananya menyasar kelompok rentan lain, selain tenaga kesehatan.
"Untuk kelompok selain Nakes, kami menunggu informasi lebih lanjut," ujar Gatot.