Breaking News:

Berbagai Upaya Dinas Pertanian dalam Meningkatkan Daya Beli Petani Jawa Timur di Awal Tahun 2021

Inilah berbagai upaya yang dilakukan Dinas Pertanian untuk meningkatkan daya beli petani Jawa Timur di awal tahun 2021.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistyo, 2020. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Untuk menanggapi daya beli petani Jawa Timur yang mengalami penurunan pada Januari 2021, Dinas Pertanian Jawa Timur tengah menyiapkan beberapa langkah tangkas untuk mengatasinya.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistyo.

"Penurunan daya beli petani Jatim di Januari itu memang dikarenakan pada bulan Januari sendiri adalah awal panen, sehingga pendapatan petani masih relatif rendah, oleh karenanya pula, kami pun akan meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan daya saing produk pertanian dan optimalisasi di sektor hilir lewat beberapa progam," jelas Hadi Sulistyo kepada TribunJatim.com melalui WhatsApp, Kamis (4/2/2021).

Program yang tengah dijalankan antara lain, pengembangan sentra kawasan berbasis korporasi (untuk komoditas hortikultura), serta mengintegrasikan berbagai kegiatan on farm dan hilir untuk memberi hasil optimal bagi petani dan masyarakat.

Kemudian, penguatan program petik-olah-kemas-jual, sebagai model alternatif yang diharapkan mampu mengakomodasikan semua sub sistem dalam sistem agribisnis secara terpadu dan berkelanjutan.

Daya Beli Petani Turun 0,13 Persen, Dinas Pertanian Jawa Timur: Januari Masih Awal Panen

Curah Hujan Tinggi, Pemkab Malang Berencana Usulkan Penambahan Embung

Gairah Pertanian Organik Mulai Banyak Diminati Petani di Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri

Selain itu juga mengembangkan alat dan mesin pertanian pra panen, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi dan mengurangi kehilangan hasil, serta mampu menghemat biaya produksi mencapai 40 persen.

"Serta juga pengembangan keamanan pangan (gelar pangan murah berkualitas, pekarangan pangan lestari), hal ini guna mengamankan pangan dan menjaga ketahanan pangan di tingkat rumah tangga," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved