Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Kode Terakhir Pilot Afwan 'Clear' ke ATC, Kronologi 11 Kali Dipanggil Tak Respons, Tersisa Teka-teki
Masih menyisakan teka-teki alasan di balik penukikan tajam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang ternyata sempat 11 kali dipanggil tapi tak merespons.
Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
"Jadi ada yang mengatakan bahwa pesawat pecah di atas udara itu tidak benar."
"Jadi pesawat secara utuh sampai membentur air, tidak ada pecah di udara," bebernya.
Lebih lanjut, Soerjanto menerangkan alasan yang mendasari pernyataannya tersebut.

Berdasarkan data tim SAR gabungan, puing pesawat tersebar di wilayah sebesar 8 meter dan panjang 110 meter pada kedalaman 16 sampai 23 meter.
Puing-puing yang ditemukan mewakili seluruh bagian pesawat mulai depan hingga ke belakang.
Tak hanya itu, temuan pada turbin pesawat juga menunjukkan konsistensi mesin masih hidup sebelum membentur permukaan air.
"Luas sebaran yang ditemukan pesawat dari depan sampai belakang konsisten dengan bukti bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air," jelas Soerjanto.
"Ini diindikasikan bahwa turbin-turbinnnya rontok semua, itu menandakan bahwa ketika mengalami impact dengan air mesin itu masih berputar," imbuh dia.
Selain temuan pada turbin, temuan awal data automatic dependent surveillance broadcast (ADS-B) juga masih merekam data pesawat saat berada di ketinggian 250 kaki dari permukaan laut.
Hal tersebut mengindikasikan pesawat masih berfungsi sebelum akhirnya membentur air.
"Hal ini mengindikasikan bahwa sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data."
"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mesin masih dalam kondisi hidup atau menyala sampai sebelum pesawat membentur air," beber Soerjanto.
• Alasan Ayu Ting Ting Batal Nikahi Adit Jayusman, Ada Hal Sial Datang? Umi Kalsum Kecewa: Tak Lanjut
Teka-Teki Berlanjut
Kode terakhir Pilot Afwan terhadap menara ATC adalah 'clear'.