Breaking News:

Penanganan Covid

Lewat Surat Edaran, Gubernur Khofifah Larang ASN Bepergian ke Luar Kota Selama Libur Imlek 2021

Lewat surat edaran, Gubernur Jawa Timur Khofifah melarang ASN bepergian ke luar kota selama masa libur Tahun Baru Imlek 2021.

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (11/2/2021). 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Keseriusan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk membatasi kegiatan masyarakat selama libur Imlek 2021 ditunjukkan dengan menerbitkan surat edaran (SE) bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jawa Timur.

Dalam SE tersebut, Khofifah dengan tegas melarang para ASN di lingkungan Pemprov Jawa Timur untuk bepergian dan keluar daerah.

Sebaliknya, ia mengimbau para ASN agar tetap di rumah selama liburan Imlek 2021, yakni tanggal 12, 13, dan 14 Februari 2021.

"Kepada seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim wajib mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah, termasuk dengan mendukung pelaksanaan surat edaran ini," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (11/2/2021).

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 800/973/ 204.3/2021, tanggal 10 Februari 2021 tentang Larangan Bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Bepergian ke Luar Daerah selama Libur Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili Dalam Masa Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

SE tersebut menurut Khofifah telah sejalan dengan Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 4 Tahun 2021. Yang isinya tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara Selama Libur Tahun Baru Imlek.

Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri Tak Gelar Perayaan Imlek, Atraksi Barongsai Ditiadakan

Dua Persen Penerima Vaksin Covid-19 di Tulungagung Alami KIPI, Hanya Bergejala Ringan

"Kita perlu ingat bersama, bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Sehingga, mari bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19, salah satunya dengan tetap di rumah selama libur panjang ini, dan hanya keluar rumah untuk keperluan yang mendesak saja," tambah Khofifah.

Larangan ini bukan tanpa alasan.

Berkaca pada pengalaman libur panjang sebelumnya, setiap libur panjang terdapat potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Dalam surat edaran itu, ASN dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik selama periode libur Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili, yaitu mulai tanggal 11 sampai dengan 14 Februari 2021.

Bila ASN yang dalam keadaan terpaksa perlu melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah pada periode tersebut, maka yang bersangkutan harus terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari kepala perangkat daerah.

Jelang Libur Panjang Imlek 2021, Satgas Covid-19 Kota Blitar Gencarkan Operasi Yustisi di Perbatasan

Gubernur Jatim Khofifah Masukkan Pedagang Pasar Tradisional dalam Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua

Pemberian izin sebagaimana dimaksud diberikan secara selektif dengan tetap memperhatikan kriteria penyebaran Covid-19.

ASN yang diketahui melakukan pelanggaran ketentuan dalam surat edaran ini akan dijatuhi hukuman disiplin sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved