Nakes Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Vaksinasi Dosis Pertama, Tak Bisa Ikut Vaksinasi Dosis Kedua

Tenaga kesehatan di Ponorogo positif Covid-19 setelah vaksinasi dosis pertama, tak bisa jalani vaksinasi dosis kedua.

TRIBUNJATIM.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
Vaksinator saat akan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada tenaga kesehatan RS Husada Utama Surabaya, Jumat (15/1/2021). 

Reporter: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Sebanyak 15 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Ponorogo terpapar Covid-19 (virus Corona) pasca menjalani vaksinasi Covid-19 gelombang pertama.

Dari jumlah itu, 10 orang di antaranya merupakan nakes yang bertugas di beberapa Puskemas di Ponorogo, sedangkan 5 orang lainnya staf Dinkes Ponorogo.

Kepala Dinkes Ponorogo, Rahayu Kusdarini menyebutkan, 10 orang nakes yang bertugas di Puskemas tersebut semuanya sudah mendapatkan vaksin.

Sedangkan 5 staf Dinkes Ponorogo ada beberapa yang belum divaksin.

"Yang sudah ikut vaksin dosis pertama lalu positif Covid-19, maka tidak bisa ikut vaksinasi dosis kedua," kata Irin, sapaan akrab Rahayu Kusdarini, Kamis (11/2/2021).

Irin menyebutkan, saat screening sebelum vaksinasi, petugas akan menanyai apakah calon penerima vaksin pernah terpapar Covid-19 atau tidak.

10 UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan di Korwil Kediri Buat Komitmen Bersama Mendapatkan WBK dan WBBK

Pasca Vaksinasi Dosis Pertama, 15 Tenaga Kesehatan di Ponorogo Positif Covid-19

"Jika sudah pernah tentu tidak bisa," ujar Irin.

Irin mengaku sulit untuk mengetahui dari mana para nakes tersebut tertular.

"Kita bertemu banyak orang, itu risiko pekerjaan kami, kita jaga prokes sebaiknya tetapi ternyata bocor juga," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, orang yang telah divaksin Covid-19 bukan berarti tidak bisa terpapar Covid-19.

Satu Keluarga Positif Covid-19, Akses Satu Kampung di Desa Trisono Ponorogo Ditutup

210 RT di Jatim Masuk Zona Merah Covid-19, Terbanyak di Kota Madiun, Ini Aturan Terkait PPKM Mikro

Tekan Angka Kematian Akibat Covid-19, Pemkot Surabaya Terus Masifkan Donor Plasma Konvalesen

"Vaksin itu virus yang dilemahkan dan dia akan memacu tubuh untuk membentuk antibodi," terang Irin.

Antibodi itu akan terbentuk di dalam tubuh seseorang setelah 12 hari pasca vaksinasi.

"Jadi orang yang divaksin bukan berarti sama sekali tidak bisa terpapar. Masih kemungkinan terpapar, akan tetapi kondisinya tidak separah kalau orang tersebut belum divaksin," lanjutnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved