Breaking News:

Penanganan Covid

Setelah Delapan Hari Ditutup, Pasar Hewan di Seluruh Trenggalek Kembali Buka, Petugas Disiagakan

Setelah delapan hari ditutup, pasar hewan di seluruh Trenggalek kembali buka, petugas pun disiagakan untuk mengawasi protokol kesehatan Covid-19.

TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Aktivitas pasar hewan di Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Kamis (11/2/2021). 

Reporter: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Setelah ditutup delapan hari, pasar hewan di seluruh Kabupaten Trenggalek kembali dibuka pada Kamis (11/2/2021).

Pembukaan ini setelah zona penularan Covid-19 (virus Corona) di Kabupaten Trenggalek turun dari zona merah (risiko tinggi) menjadi oranye.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Trenggalek, Agoes Setiyono mengatakan, pasar hewan sempat ditutup untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19 saat kasusnya di Trenggalek sedang tinggi.

“Sekarang kondisi Trenggalek petanya sudah tidak merah, sudah oranye lagi. Juga ada penurunan kasus aktif. Jadi kami buka kembali untuk pasar hewan,” kata Agoes, Kamis (11/2/2021).

Di Kabupaten Trenggalek, ada delapan pasar hewan yang aktif. Yakni pasar hewan di pusat kota Trenggalek, Durenan, Dongko, Kampak, Gandusari, Panggul, Pule, dan Tugu.

Terkait Pembagian Kios Pasar Pon Trenggalek, Paguyuban Sebut Sudah Sesuai Harapan Pedagang

13 Jalan Rusak di Tulungagung Diusulkan Diperbaiki Lewat DAK, Hanya 3 yang Disetujui, Sisanya Antre

Selama ini, penerapan protokol kesehatan di pasar hewan cenderung sulit.

Maka untuk menghindari adanya kerumunan yang berlebih, dinas terkait menyiagakan petugas di tiap pasar hewan ketika buka.

Mereka yang akan mengedukasi dan menegur setiap pedagang dan pembeli yang abai protokol kesehatan.

“Misalnya ada pedagang atau pembeli yang tidak membawa masker. Petugas di sana yang akan melarang mereka masuk. Kita juga memasang imbauan penerapan protokol di banyak titik di pasar,” ucap Agoes.

Diduga Menganiaya Tukang Potong Rambut Tunarungu di Tulungagung, Dua Anak Punk Dibekuk Polisi

PPKM Mikro di Tulungagung, Tempat Wisata Belum Diizinkan Beroperasi, Izin Hajatan Dibuka

Aturan lain pada pembukaan pasar hewan ini, pedagang tak boleh membawa hewan dagangannya keliling pasar. Hewan ternak harus ditambatkan dan pedagang harus menungguinya di satu tempat.

Menurut Agoes, aturan ini adalah upaya mencegah penularan Covid-19 dengan tanpa memutus roda perekonomian warga.

Sejak pasar hewan tutup selama delapan hari, Agoes mengakui adanya laporan bahwa pemasukan para pedagang hewan menurun.

Satu Keluarga Positif Covid-19, Akses Satu Kampung di Desa Trisono Ponorogo Ditutup

Bupati Madiun Ahmad Dawami Terima Suntikan Vaksin Covid-19 Kedua: Mudah-mudahan Muncul Kekebalan

Untuk menyiasati ditutupnya pasar, mereka menjual hewan ternaknya berbasis komunitas.

“Jadi jual-belinya di antara mereka sendiri. Walaupun omzetnya tidak seperti ketika ada pasar,” ungkap Agoes.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved