Dokter Lansia di RSUD Soetomo Mulai Divaksin, Satgas Covid-19: Sudah Mulai di Beberapa Daerah

Setelah BPOM mengeluarkan EUA vaksin sinovac dan dinyatakan aman untuk lansia, sejumlah SDM kesehatan termasuk dokter lansia di Jatim mulai divaksin

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
freepik.com
Ilustrasi vaksin Corona atau Covid-19 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah BPOM mengeluarkan EUA vaksin Sinovac dan dinyatakan aman untuk lansia, sejumlah SDM kesehatan termasuk dokter lansia di Jatim mulai divaksin Covid-19.

Para tenaga kesehatan di fasyankes Jatim berusia lebih dari 50 tahun mulai diberi suntikan vaksin Covid-19

Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi, Sabtu (13/2/2021). Ia mengatakan di RSUD de Soetomo sendiri sudah ada sekitar 50 dokter dan nakes yang disuntik vaksin Covid-19.

Pemuda Ngawi Empat Kali Kuras Kotak Amal Mushola di Magetan

"Sudah mulai di beberapa daerah. Termasuk di RSUD dr Soetomo, yang saya tau, sudah ada 50 dokter dan nakes senior yang disuntik vaksin Covid-19. Vaksinnya sama jenis sinovac," kata Joni. 

Mereka SDM Kesehatan lansia ini tidak boleh asal diberi vaksin covid-19. Melainkan ada syarat dan kriterianya. Pertama adalah lebih dari 50 tahun, dan tidak memiliki penyakit komorbid dan penyakit degenaratif. Mereka harus sehat, tidak sakit jantung, diabetes, livernya sehat dan sejumlah penyakit bawaan yang lain. 

Hal itu penting, karena saat vaksin masuk ke tubuh, maka imun tubuh harus memberikan respon cepat. Sedangkan pada lansia, respon imunitasnya cenderung lebih lama. Dan jika memiliki komorbid maka akan lebih membahayakan. 

"Saat ini banyak lansia Indonesia yang sehat. Jadi lansia yang mau divaksin harus dipastikan dulu. Ada komorbid yang kontraindikasi tidak dengan vaksin yang akan diberikan, kalau ada, tidak bisa divaksin," papar Joni yang juga Dirut RSUD dr Soetomo ini. 

Lebih lanjut Joni menjelaskan bahwa lansia lebih berisiko tinggi dalam terpapar Covid-19. Dan jika terpapar mereka akan lama dalam penyembuhannya dan mayoritas yang meninggal dunia adalah mereka yang sudah 50 tahun ke atas. Untuk itu ia berharap vaksin lansia bisa membantu dalam pengendaloan dan pananganan covid-19 di Jatim dan Indonesia. 

Di Jatim sendiri terdata ada sebanyak 2,5 juta lansia yang telah masuk dalam daftar peserta vaksinasi Covid-19. Namun untuk selain sasaran SDM kesehatan vaksinnya belum dimulai. 

"Kita juga menunggu ada tambahan stok vaksin. Sebagaimana telah disampaikan ibu Gubernur, Jatim sudah mengkomunikasikan kekurangan vaksin untuk Jatim. Diharapkan bulan depan ada pengiriman lagi," tegas Joni. 

Di sisi lain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pendataan untuk penerima vaksin tahap berikutnya ini penting dilakukan agar ketika dosis vaksin tahap berikutnya datang dari pemerintah pusat, proses vaksinasi ini bisa segera dilakukan.

"Tentu kita berharap bahwa seluruh proses ini akan memberikan imunitas yang lebih baik lagi kepada seluruh masyarakat. Jangan ada lagi yang terpapar, yang sudah sehat jaga kesehatannya, dan bagi yang terkonfirmasi segera mendapatkan kesembuhan," terangnya.

Dari segi kesiapan stok vaksin sinovac, Khofifah menyebut bahwa daerah tidak akan mengalami kekurangan. Dan saat ini pemerintah sudah ada kesiapan data terkait distribusi dan mengikuti perencanannya antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. 

"Kita mendorong agar percepatan bisa dilakukan sehingga kekebalan komunitas bisa segera terwujud," tegasnya. 

(Fz/fatimatuz zahroh) 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved