Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Siapkan Skema Vaksinasi Covid-19 di Bulan Puasa, Target Vaksinasi Jatim Kelar Kurang dari Satu Tahun

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimis vaksinasi Covid-19 di Jatim bisa rampung kurang dari satu tahun.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Hefty Suud
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan vaksinasi virus Corona ( Covid-19 ) di Jawa Timur (Jatim) terus dikebut. Ia optimistis bahwa vaksinasi di Jatim bisa rampung dalam waktu kurang dari satu tahun.

Termasuk nantinya saat bulan puasa, ia menyiapkan rencana agar vaksinasi Covid-19 Sinovac dilakukan malam hari setelah selesai berbuka puasa.

"Ya intinya kita terus kebut vaksinasi di Jatim. Nanti ada bulan Ramadhan, kita siapkan skema agar vaksinasi dilakukan pada malam hari setelah berbuka puasa," kata Khofifah, Senin (15/2/2021).

Selama Pandemi, Satu Kecamatan di Ponorogo Ini Hanya Ada 5 Kasus Covid-19, Kini 0 Kasus Aktif

Februari-Maret Disebut Puncak Musim Hujan di Jawa Timur, BMKG: Musim Kemarau Dimulai April 2021

Tidak hanya itu, ia menyebutkan, saat ini vaksinator di Jatim sudah banyak. Jumlahnya mencapai 11.300 orang vaksinator. Jika vaksin Sinovac siap dan distribusinya lancar akan semakin cepat dilakukan percepatan vaksinasi pada sasaran.

Ia mengkalkulasikan, dengan jumlah sasaran vaksinasi Jatim dengan jumlah vaksinatot tersebut di atas, maka setiap vaksinator bisa menangani penyuntikan hingga 30 orang per hari.

"Kemarin ada lembaga yang menyebut bahwa vaksinasi Indonesia butuh waktu 10 tahun. Datanya kita punya 11.300 vaksinator. Dengan jumlah itu kita bisa menyelesaikan dalam waktu 64 hari untuk dosis pertama, kemudian dosis kedua kira-kira butuh waktu 128 hari," kata Khofifah.

BREAKING NEWS: KM Berhasil II Tenggelam di Perairan Sumenep, 5 Orang Dikabarkan Hilang

Sungai Sebrangan Kota Batu Diduga Tercemar Limbah TPA Tlekung, PJT 1 Lakukan Uji Lab

Kemudian kalaupun dibutuhkan waktu untuk jeda hari besar dan libur diperkirakan Khofifah akan butuh waktu 150 hari. Sehingga dengan begitu sejatinya waktu yang dibutuhkan untuk vaksinasi para sasaran vaksinasi tidak begitu lama.

"Doakan semua vaksinator kita sehat semua. Maka sebetulnya kita bisa 4 bulan selesai, kalau distribusinya lancar ya. Kalaupun puasa kita bisa ambil malam setelah berbuka. Jadi tidak sampai satu tahun," tegas Khofifah.

Untuk itu ketika pusat mendorong untuk percepatan di bawah, Khofifah menyebut Jatim dalam kondisi siap. Dengan vaksinator yang cukup, fasyankes yang memadai, maka ke depan yang harus dipastikan adalah kelancaran distribusi vaksin.

"Kita saat ini tengah menunggu distribusi vaksin selanjutnya. Kemungkinan pada minggu ketiga Februari kita baru yang didrop kembali oleh Menkes vaksin untuk bisa meluaskan percepatan ini," tegas Khofifah.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved