Imbas Covid-19, Kasus HIV AIDS di Kota Malang Menurun
Jumlah kasus HIV AIDS di Kota Malang mengalami penurunan selama pandemi Covid-19 yang hampir berjalan selama setahun ini
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Januar
Reporter: Rifky Edgar | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jumlah kasus HIV AIDS di Kota Malang mengalami penurunan selama pandemi Covid-19 yang hampir berjalan selama setahun ini.
Berdasarkan data yang direkap oleh Dinas Kesehatan, tercatat, selama tahun 2020 kemarin, hanya ada 428 kasus positif HIV AIDS di Kota Malang.
Jumlah tersebut menurun dari tahun 2019 yang mencapai 573 orang yang positif.
"Trennya ini menurun. Karena yang memeriksakan diri juga menurun. Yang tahun 2020 saja ada sekitar 10.000 yang melakukan pemeriksaan," ucap dr Bayu Tjahjawibawa, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Malang, Selasa (16/2).
Baca juga: Setelah Viral Warganya Beli Mobil Ramai-ramai, Kades Sumurgeneng Tuban Justru Ungkap Kekhawatiran
Penurunan kasus HIV AIDS di Kota Malang, kata dr Bayu disebabkan karena adanya pandemi Covid-19.
Hal tersebut yang membuat masyarakat jarang untuk melakukan pemeriksaan diri.
"Ya karena Covid-19 ini jadinya menurun. Karena di 2019 saja ada sekitar 70.000 yang memeriksakan diri," ucapnya.
Rekapan kasus HIV AIDS di Kota Malang tersebut tercermin dalam kegiatan monitoring evaluasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang di Hotel Atria, Selasa (16/2).
Dalam kegiatan tersebut membahas tentang penanggulangan dan penanganan HIV AIDS di Kota Malang.
Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto menekankan, agar kegiatan monitoring evaluasi tersebut sering dilakukan agar nantinya dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Terutama berkaitan dengan informasi yang nantinya dapat disampaikan kepada Orang Dalam HIV AIDS (ODHA).
"Dengan kegiatan ini akan muncul optimisme untuk sembuh dan berbuat yang lebih baik dari kesehariannya. Ini bisa menjadi pelecut motivasi dengan penjelasan-penjelasan dari narasumber," ucapnya.
Wasto mengatakan, bahwa penanganan kepada ODHA di Kota Malang saat ini lebih difokuskan kepada pemantauan dan pendampingan yang dilakukan oleh dokter, rumah sakit ataupun puskesmas.
"Ya sifatnya itu lebih kepada edukasi pemahaman yaa di antaranya adalah menggelar kegiatan semacam ini," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-hivaids-ilustrasi-odha.jpg)